Jaring Aspirasi, Pemkot Tangerang Gelar Rembug Warga

  • Whatsapp
Kepala Bappeda Kota Tangerang, Said Endarwiyanto.
Rembug warga
Kepala Bappeda Kota Tangerang, Said Endarwiyanto.

TANGERANG, (vivabanten.com) – Pemerintah Kota Tangerang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), menggelar rembug warga. Rembug warga yang merupakan kegiatan non formal berupa forum musyawarah warga, sebagai wadah untuk melakukan jajak kebutuhan bagi penyiapan usulan kegiatan pembangunan tahunan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang, Said Endarwiyanto mengatakan, rembug warga merupakan embrio usulan kegiatan bagi penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2019.

Bacaan Lainnya

“Rembug warga untuk bersama masyarakat menyusun prioritas usulan kegiatan yang ada dilingkungan dan musrenbang kelurahan untuk menyusun RKPD 2019,” ujar Said, Selasa (30/1/2018).

Menurut Said, tahun ini merupakan tahun awal bagi Kota Tangerang untuk menyusun prioritas–prioritas pembangunan untuk 5 tahun kedepan. Secara umum dalam perumusan perencanaan pembangunan daerah menggunakan pendekatan Teknokratis, Politis yang bersifat Top Down dan Pendekatan Partisipatif yang bersifat Bottom Up.

gelar rembug warga
Warga saat gelar rembug warga.

“Dengan konsep Bottom Up dan To Down inilah kemudian Eksekutif menyusun sebuah dokumen perencanaan pembangunan Daerah sesuai dengan legal formal dan tata kelola aturan perundang – undangan yang ada,” jelas Said.

Namum demikian kata Said, dalam menyusun prioritas kegiatan maupun prioritas anggaran haruslah memperhatikan mekanisme dan tahapan dalam penyusunannya.

“Tujuan diselenggarakannya rebug warga ini adalah mendorong partisipasi masyarakat ditingkat RW dalam rangka memperkuat kapasitas dan kemampuan kemandirian masyarakat dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan,” ucap said.

Masih menurut Said, rembug warga juga untuk menghimpun dan melakukan identifikasi permasalahan di tingkat RW dan membahas serta menetapkan daftar usulan prioritas kegiatan pembangunan tingkat RW yang akan menjadi bahan masukan pada pelaksanaan Musrenbang tingkat kelurahan.

“Berdasarkan Legal Formal dan tata kelola peraturan perundangan dalam penyusunan Perencanaan Pembangunan Daerah, maka “Konsultasi Publik Ranwal RKPD” dan “Rembug Warga” adalah forum strategis bagi warga untuk mengkritisi dan memberikan gagasan, aspirasi, masukan serta ide secara partisipatif,” tuturnya.

Said menjelaskan, adalah menjadi hak masyarakat untuk terlibat dalam setiap proses tahapan perencanaan pembangunan daerah. Untuk itu, perlu disediakan jalur komunikasi untuk mengakomodasi aspirasi masyarakat agar memiliki akses dalam perumusan perencanaan pembangunan.

jaring aspirasi gelar rembug warga

“Melalui rembug warga ini, masyarakat bisa mengusulkan prioritas pembangunan dan bahkan bisa langsung mengawasi program-program yang menjadi usulan mereka,” tukasnya.

Dari hasil dari rembug warga ini sambung Said, nantinya bisa dilanjutkan ke tingkat kelurahan melalui Musrenbang, terus dilanjutkan Musrenbang tingkat kecamatan dan tingkat kota.

“Jadi tidak ada lagi masyarakat yang memprotes, bahwa tidak mereka tidak dilibatkan dalam perencanaan pembangunan Kota Tangerang. Sebab, rembug warga merupakan awal dari proses perencanaan pembangunan daerah,” pungkasnya.

Ditegaskannya, untuk mengawal usulan yang akan dilaksanakan, diharapkan dari rembug warga ini, warga dapat menginput E-Planing, karena selama ini mereka menilai usulan usulannya selalu tidak diakomodir.

“Maka dari itu, warga bisa mengakses atau menginput E-planing agar mereka mengetahui usulan yang  diharapkan,” katanya.

Diungkapkannya, Aplikasi E-Planning adalah aplikasi yang khusus dirancang untuk membantu memudahkan Bappeda dan SKPD lainnya menyusun dokumen perencanaan yang selama ini masih manual. (ADVERTORIL)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.