Jaringan Pengedar Pil Koplo Dibekuk

  • Whatsapp
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Harry Kurniawan didampingi Kadis Kesehatan Dr. Hj. Lisa Puspadwi saat meliris tersangka penjual obat keras. (Foto : usdo/vivabanten.com)
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Harry Kurniawan didampingi Kadis Kesehatan Dr. Hj. Lisa Puspadwi saat merilis tersangka penjual obat keras. (Foto : usdo/vivabanten.com)

TANGERANG, (vivabanten.com) – Ribuan butir obat-obatan keras dari berbagai jenis merk diamankan Tim Elang Cisadane dari 2 toko obat berbeda di Tangerang, Senin (8/09/2017).

Dua toko obat tersebut berada di Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang dan Kecamatan Sepatan Kabupaten Tangerang, salah satu dari toko tersebut berkedok toko kosmetik.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Harry Kurniawan mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa terdapat toko obat anugrah di daerah Cipondoh sering dikunjungi oleh anak-anak dibawah umur.

“Kami bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Tangerang dan BPOM untuk segera menindaklanjuti laporan tersebut. Satu orang pelaku atas inisial IBK (21) kita amankan, pelaku beralamat di Jalan Irigasi Sipon RT.004/007 Kelurahan Poris Plawad Utara, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang,” ujarnya.

Menurut Kapolres, pelaku mengedarkan obat-obatan tanpa disertai dengan resep dokter dengan sasaran pengedaran adalah anak-anak dibawah umur dan remaja. Dan toko obat tersebut tidak memiliki Surat Izin Toko Obat.

Kapolres melanjutkan, saat ini sedang dalam penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui pelaku mendapatkan obat tersebut.

“Dari keterangan pelaku, obat tersebut didapatkan dari sales obat yang menawarkan kepadanya. Ada sekitar 10.000 jenis obat dan obat tersebut masuk kedalam golongan jenis obat keras,” jelasnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan yakni obat jenis Excimer sebanyak 300 butir, Tramadol Polos 6000 butir, Aprazolam 0,5mg 4 butir, Aprazolam 1mg 7 butir, Valdimex 5 Diazepam 5mg 10 butir, Trihexyphenidyl 2mg 10 butir, Actazolam 1mg 2 butir, Clonazepam 2mg 2 butir, Griseoful Vin 500mg 6 butir dan Merlopam 2 Lorazepam 2mg 4 butir. Lalu barang bukti uang tunai sebesar 1.500.000 rupiah hasil penjualan obat.

Harry Kurniawan menambahkan, pelaku sudah mengedarkan obat tersebut selama 2 tahun terakhir dan pelaku dapat meraup untung sebesar 1.500.000 rupiah sampai 3.000.000 rupiah perharinya.

“Pelaku mengedarkan obat tersebut seharga 10.000 sampai dengan 35.000 rupiah per paketnya,” pungkasnya.

Pelaku dikenakan pasal 196 Jo. Pasal 98 ayat 2 dan pasal 197 Jo. Pasal 106 ayat 2 dan pasal 198 Jo. Pasal 108 UU RI No.36 tahun 2009 tentang kesehatan dan pasal 62 ayat 1 Jo. Pasal 8 UU RI No. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, dengan ancaman hukuman penjara diatas 15 tahun.
(usdo/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.