Kampung Proklim Kota Tangerang Diganjar Penghargaan Kementrian LHK

  • Whatsapp
Walikota Tangerang, Arief R. Wismansyah

KOTA TANGERANG, (vivabanten.com) – Guna mendukung program Kampung Proklim yang digagas oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kian diapresiasi oleh Pemerintah Pusat, terlebih hingga membawa 9 RW di Kota Tangerang meraih penghargaan Proklim Utama pada tahun 2020 lalu.
Walikota Tangerang, Arief R. Wismansyah didaulat menjadi salah satu narasumber dalam acara Pojok Iklim yang diselenggarakan oleh KLHK dengan mengusung tema “Internalisasi Sensitifitas Iklim Masyarakat Melalui Program Kampung Iklim”.
“Di Kota Tangerang, di tahun 2021 terdapat sebanyak 115 RW yang mengadopsi program Kampung Iklim. Program Kampung Iklim dikolaborasikan dengan program yang ada di setiap OPD,” ujar Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah dalam acara yang juga diikuti oleh kabupaten/kota se Indonesia, Rabu (31/03/2021).
Arief juga bercerita bagaimana Pemkot Tangerang berkomitmen dalam memainkan peran sebagai fasilitator bagi masyarakat untuk bergerak bersama menata lingkungan tempat tinggalnya menjadi lebih baik.


“Kami ajak berkunjung ke kampung lain yang juga berada di Kota Tangerang yang sudah lebih dulu berbenah, supaya bisa berbagai ilmu dan pengalaman,” terangnya.
Walikota Arief mengatakan, pengembangan program kampung proklim di Kota Tangerang mengedepankan penataan lingkungan yang menyesuaikan dengan kondisi perubahan iklim yang terjadi.
“Penghijauan dilakukan di setiap RW, pemberian bibit tanaman produktif dan juga bibit ikan kepada KWT serta tata cara pengolahan sampah,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Narasumber yang ikut hadir dalam diskusi Pojok Iklim tersebut tidak hanya Wali Kota Tangerang, ikut serta juga Direktur Adaptasi Perubahan Iklim Dra. Sri Tantri Arundhati, perintis dan penggerak proklim serta penerima Kalpataru RB Sutarno. (ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.