Kantor KLO BPJS Lebak Didemo Massa

  • Whatsapp

LEBAK, (vivabanten.com) – Sejumlah warga yang tergabung dalam LSM Organisasi Rakyat Anti Korupsi (Orator) menggelar aksi unjuk rasa (unras) di depan Kantor Layanan Operasional BPJS (KLO BPJS) Kabupaten Lebak di jalan Sunan Kalijaga KM 2 Rangkasbitung, Kamis (27/12/2018).

Aksi massa yang menuntut peningkatan pelayanan BPJS Kesehatan tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian setempat yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Rangkasbitung AKP Ugum Taryana.

Bacaan Lainnya

Dalam orasinya, massa menyampaikan keluhan dalam mengakses pelayanan kesehatan yang ribet. “Pelayanannya sangat buruk dan kami minta ditingkatkan,” kata ketua DPP LSM Orator Agustian.

Agus mencontohkan, saat mengurus kepesertaan BPJS Kesehatan sangat sulit. Calon peserta BPJS harus mengurus sendiri tanpa bisa diwakilkan kepada orang lain. Bahkan ada masyarakat yang sudah mendaftar tapi kepesertaan BPJSnya tidak bisa digunakan.

“Masa pasien sedang sakit harus mengurus sendiri. Ditambah lagi, ketika masyarakat sudah mendaftar sesuai prosedur tapi hingga kini belum juga mendapat notifikasi dari BPJS, akibatnya kepesertaan itu tidak bisa di klaim,” imbuhnya.

Sementara itu, Juanda Humas Kantor Cabang Serang didampingi Aris Sunardi, Pejabat Pengganti Sementara (PPS) KLO BPJS Lebak membantah, bahwa pelayanan pendaftaran peserta BPJS yang tidak dapat diwakilkan. Menurutnya, kepengurusan peserta BPJS bisa dikuasakan kepada orang lain dengan syarat anggota keluarga dalam satu kartu keluarga (KK).

Juanda menjelaskan, alasan tidak boleh diwakilkan karena selain untuk menghindari calo dalam kepengurusan BPJS Kesehatan, juga untuk menghindari miss komunikasi antara petugas BPJS dengan masyarakat.

“Sebetulnya mudah, masyarakat yang ingin daftar BPJS tinggal datang membawa persyaratan yang lengkap kemudian isi formulir, setelah itu input data. Nah tinggal tunggu notifikasi virtual akun yang akan dikirimkan ke nomor handphone yang sudah didaftarkan tadi, tapi terkadang nomor HP yang dicantumkan juga tidak aktif,” terang Juanda.

Pihaknya menyadari, jika sarana dan prasarana (sarpras) di kantor layanan operasional BPJS Kesehatan Kabupaten Lebak kurang memadai. Hal ini lantaran kantor tersebut masih bersifat sementara.

“Kami tidak menutup diri, aspirasi yang disampaikan oleh LSM ini menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi bagi kami untuk meningkatkan pelayanan prima bagi masyarakat. Apalagi wilayah Kabupaten ini cakupanya cukup luas,” katanya.(akw/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.