Kapolresta Tangerang Perketat SOP Posko PPKM Tingkat RT

  • Whatsapp

TANGERANG, (vivabanten.com) – Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro, yang terpusatkan ditingkat Rukun Tetangga dan Rukun Warga (RT/RW) membuat jajaran Polresta Tangerang bekerja keras.

Pasalnya, kini Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro terus melakukan blusukan ke setiap wilayah hukum Polresta Tangerang untuk memberikan penjelasan mengenai standar operasional prosedur (SOP) Posko PPKM Berbasis Mikro dari tingkat desa hingga tingkat RT/RW.

Bacaan Lainnya

Demikian dikatakan Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro saat memberikan penjelasan SOP di Posko PPKM Berbasis Mikro di Desa Pasilian, Kecamatan Kronjo dan Posko PPKM Berbasis Mikro di Kelurahan Mauk Timur, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Sabtu (13/02/2021).

“Posko harus ada nama pasien terkonfirmasi positif dengan data nama, umur, jenis kelamin, alamat sampai data RT/RW, Sdh berapa dan statusnya isolasi atau di rawat di rumah sakit,” ujar Kombes Pol Wahyu kepada wartawan.

Kapolres mengatakan, selain data pasien Covid-19, juga data sasaran operasi Yustisi sehingga penindakan, teguran dan pembagian masker bisa tepat sasaran berdasarkan tempat dan waktunya. Hal ini perlu kerjasama yang baik 3 pilar dan satgas Covid yang ada.

“Bila ada masyarakat yang terkonfirmasi positif informasi melalui bidan atau dokter puskesmas maka, tugas nakes dan 3 pilar tingkat desa melakukan upaya 3T (testing, tracing dan treatment),” ucapnya.

Wahyu menjelaskan, testing berarti melakukan pemeriksaan swab antigen, tracing mencari  siapa kontak erat dengan korban, sedangkan treatment adalah upaya pengobatan sesuai rekomendasi dari dokter puskesmas tergantung hasil swab apakah di rawat di RS, isolasi mandiri di Yasmin atau isoman di rumah.

Selain itu, Wahyu juga menjabarkan pentingnya perangkat pendukung Posko PPKM Berbasis Mikro seperti ketersediaan ruang Posko, ruang gudang dan isolasi, alat pengukur suhu badan, sarung tangan, hand sanitizer, fasilitas cuci tangan, buku mutasi, baju alat pelindung diri (APD), ambulans, stok masker, dan papan panel data pasien.

“Kami berpesan agar ada kerjasama yang baik 3 pilar dengan semua komponen masyarakat dan nakes, Kita harus kerjasama, gotong royong, berkolaborasi agar menang perang melawan COVID19,” pungkasnya. (man/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.