Kasus Gevira Potret Buruk Pelayanan Kesehatan di Tangsel

  • Whatsapp
Ananda Gevira saat dirawat di Rumah Sakit.
Ananda Gevira saat dirawat di Rumah Sakit.

TANGSEL, (vivabanten.com) –
Ananda Gevira (3,5) penderita gizi buruk anak pasangan dari Ayu Rahma Lia dan Advent Senjaya warga Kp Maruga RT 001/008 Kelurahan Ciater Kecamatan Serpong Kota Tangsel mendapatkan perhatian serius oleh semua kalangan di wilayahnya.

Kondisi Gevira yang memprihatinkan tersebut sempat viral di media sosial dan membuat sejumlah pemangku kebijakan di Tangsel kerepotan, karena merasa kecolongan dengan adanya warga gizi buruk di wilayah tersebut.

Bacaan Lainnya

Sangat ironis, di kota yang memiliki moto religiun ini masih ada warga miskin yang hidup jauh dari kata kayak. Setelah ramai di media sosial, Gevira langsung dibawah kw RSUD Pamulang, namun karena keterbatasan fasilitas maka boca malang ini dirujuk ke RSUD Kabupaten Tangerang.

“Karena tidak ada penjelasan yang jelas dari pihak rumah sakit terkait penyakit Gevita, pihak keluarga membawah ke RSUD Kabupaten Tangerang,” ujar Herlina relawan kesos ikalum mustofa mantovani, Selasa (21/11/2017).

Menurut Herlina, sebelumnya Gevira dibawa ke RS Bunda Delima dan Medika BSD disebabkan minimnya fasilitas.

“Mereka memang warga miskin, apakah salah mendapatkan penanganan medis lebih diutamakan?Kami inisiatif, akhirnya memilih RSUD Kabupaten Tangerang,” tukas Herlina.

Lia orang tua Gevira mengungkapkan, awalnya Gevira mengeluh sakit pada ulu hatinya, lalu kondisinya semakin menurun dan kurus. “lebih dari sebulan dirumah saat dibawa kerumah sakit malah membingungkan,” ucapnya.

Lia menambahkan, pihaknya sempat bawa anaknya ke RSUD Tangsel, tapi tidak ada penjelasan terkait sakit yang diderita anaknya.

“Dari RSUD Tangsel malah disuruh pulang, kawanku Herlina akhirnya bantu bawa Gevira ke RSUD Kabupaten Tangerang dan saat ini sudah tertangani tenaga medis dengan baik,” tukasnya.

Terpisah Julham Firdaus Ketua Badan Musyawarah Tangsel mengatakan, pihaknya sangat menyesalkan masih ada warga miskin di Tangsel yang masih kesulitan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

Julham Firdaus Ketua Badan Musyawarah Tangsel saat berkunjung ke rumah orang tua Ananda Gevira. (Foto : diaz/vivabanten)

“Tangsel kota hebat, kota yang cerdas modern dan religius mengapa pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintahan masih minim,rumah sakit besar sering dikeluhkan layanannya, dinas lain pun sama selalu tidak sigap, hanya dengar dan tunjuk tak pernah turun langsung,” ujar Zulham dengan nada kesal.

Zulham meminta kepada pihak Dinas Kesehatan bahwa jika ada sosialisasi tentang medis jangan hanya mengundang RT, RW atau petugas medis saja tapi undanglah warga hingga mereka warga miskin tahu bagaimana harus berbuat.

“Ini warga Tangsel masa harus berobat diluar Tangsel dan itu lebih baik dari Tangsel. Tangsel dibangun untuk warga Tangsel,” tegasnya.(diaz/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.