Keluarga FKPP NTT Kecam Keras Statemen Mendikbud

  • Whatsapp

FKPP NTT Provinsi Banten

TANGERANG, (vivabanten.com) – Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri Nusa Tenggara Timur (FKPP NTT) Provinsi Banten mengecam keras pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud),Muhadjir Effendyyang berlangsung di Cafe Perumahan Melati Mas, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Minggu (10/12/2017) malam.

Aksi pernyataan sikap itu digelar dalam konferensi persnya di cafe, bahwa keluarga besar FKPP NTT Provinsi Banten mengecam pernyataan Muhadjir menanggapi hasil surveyProgram for International Students Assesement (PISA) saat pertemuan di UNESCO yang menyebutkan kualitas pendidikan di Indonesia berada pada ranking paling bawah.

“Saya khawatir yang dijadikan sample Indonesia adalah siswa-siswa dari NTT semua, ucapMuhadjir dilansir dari sebuah harian nasional pada tanggal 4 Desember 2017 lalu.

Ketua FKPP NTT Provinsi Banten, Logo Timor mengatakan, pihaknya mengecam pernyataanMuhadjir yang seolah menjadikan NTT sebagai kambing hitam penyebab pendidikan di Indonesia berada pada posisi paling terendah.

“Kami melakukan aksi bukan karena menyangkal bahwa kualitas pendidikan NTT rendah. Yang kami sesalkan adalah Menteri Pendidikan seolah mempertegas bahwa kualitas pendidikan di NTT menjadi penyebab runtuhnya peringkat kualitas pendidikan di Indonesia,” tegasnya.

Logo mendesak Presiden Jokowi mengevaluasi posisiMuhadjir sebagai Mendikbud. Sebab, hasil survey PISA juga menjadi gambaran kegagalan Mendikbud dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.

Kita akhirnya bertanya, siapa yang salah disini,”ucap Logo.

Pembina FKPP NTT, Yoesef Daok Klau menegaskan, pernyataan yang diucapkan oleh Mendikbud tentunya telah mengkambinghitamkan siswa-siswi NTT, seolah siswa-siswi NTT satu-satunya penyebab dari bobroknya kualitas pendidikan di Indonesia.

Yoesef menegaskan hal ini harus dijadikan momentum oleh pemerintah, untuk memperbaiki kualitas pendidikan di NTT.

Pak Menteri jangan hanya memberikan stigma NTT bodoh, lantas berpangku tangan dan tidak ada kerja nyata untuk membenahi pendidikan di NTT, tegasnya.

Sementara, Sekjen FKPP NTT Dance Pellondou SH menambahkan, pernyataan sikap yang telah dilontarkan oleh Mendikbud, itu telah membuat warga NTT marah besar.

“Apa yang telah dikatakan oleh ketua dan pembina kami, seharusnya Mendikbud tidak boleh mengatakan perihal itu, hal ini menimbulkan polemik timbulnya masalah. Kami berharap kepada Presiden Joko Widodo segera copot jabatan Muhadjir Effendi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, karena tidak mencerminkan sebagai Mendikbud bagi rakyat Indonesia,” pungkas Dance. (usdo/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.