Kembangkan Aplikasi Digital Untuk Melayani Pelanggan

  • Whatsapp
Dirut PDAM TB, Sumarya didampingi Dewan Pengawas saat membahas program digitalisasi.
Dirut PDAM TB, Sumarya didampingi Dewan Pengawas saat membahas program digitalisasi.

>>PDAM Tirta Benteng Targetkan 60 Ribu SL

TANGERANG, (vivabanten.com) – Untuk memberikan kemudahan serta memaksimalkan dalam pelayanan kepada para pelanggan, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Benteng Kota Tangerang mengadopsi lima aplikasi digital terbaru dari PDAM Malang.

Teknologi canggih yang sedang dikembangkan perusahaan air minum berplat merah milik Pemerintah Kota Tangerang, dalam rangka peningkatan dan percepatan layanan kepada pelanggan.

Direktur Utama PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang, Sumarya, ST mengatakan, pada tahun ini pihaknya tengah menggarap tiga kebijakan strategis, yang salah satunya adalah pengembangan pelayanan berbasis teknologi informasi.

“Kami memang selama ini dari sisi Informasi teknologi kurang maksimal. Lalu kita melihat PDAM Malang ini cukup bagus dan kami tertarik untuk mengadopsi aplikasi tersebut,” ujar Sumarya, Kamis (9/8/2018).

Menurut Sumarya, aplikasi yang diadopsi dari PDAM Malang tersebut mampu memberikan berbagai kemudahan bagi seluruh masyarkat Kota Tangerang. Terlebih dalam mengakses segala informasi yang dibutuhkan.

“Sebenarnya ada sepuluh aplikasi yang akan kami adopsi dari Malang, tapi karena bertahap kami baru ada lima yang diserahkan PDAM Malang. Dan aplikasi ini diharapkan mampu untuk lebih meningkatkan pelayanan yang menyeluruh kepada setiap masyarakat di Kota Tangerang,” ucapnya.

Sumarya menjelaskan, dengan aplikasi tersebut, selain dapat memonitor kinerja seluruh pegawai PDAM, pelayanan dan keluhan masyarakan dapat ditanggulangi dengan lebih cepat dan tepat.

“Kalau masyarakat mengadukan keluhannya via telpon butuh beberapa hari untuk menindak lanjuti keluhan itu. Dengan aplikasi ini dapat diselesaikan dalam hitungan jam,” kata Sumarya.

Selain meningkatkan aplikasi digital sambung Sumarya, pihaknya terus melakukan terobosan melalui program jemput bola untuk melayani pelanggan baru di zona satu seperti Kecamatan Neglasari, Benda, Batuceper, dan Cipondoh.

“Langkah seperti ini sangat efektif karena langsung mengajak masyarakat untuk memasang sambungan langsung (SL),” kata Sumarya.

Menurut Sumarya, cara ini diklaim cukup efektif untuk mendapat data jumlah pelanggan yang mengajukan permohonan SL.

“Saat ini jumlah pelanggan yang kami layani sudah mencapai 43.000 pelanggan, jadi kami harus menambah kurang lebih 17 ribu pelanggan baru, sehingga target 60 ribu sambungan bisa tercapai,” ujar Sumarya.

Untuk mengejar target tersebut kata Sumarya, pihaknya mengerahkan tenaga marketing yang bekerja tidak kenal lelah bahkan hari libur Sabtu-Minggu pun mereka tetap bekerja.

“Tenaga marketing kami sebenarnya hanya ada tujuh orang. Namun dengan target yang cukup signifikan, maka tidak akan mampu untuk melayani. Untuk itu, dalam rangka percepatan kita perbantukan dari bagian lain sebanyak 90 orang,” tuturnya.

Program door to door ke pelanggan ini jelas Sumarya, sangat strategi dan memberikan dampak efektif, pasalnya sudah ada 8 ribu calon pelanggan yang mendaftar setelah dilakukan program tersebut.

“Kalau sebelumnya mengandalkan tenaga marketing saja, jadinya banyak terkendala di lapangan. Dimana data hanya by name by adress sehingga kesulitan didapat saat hari kerja, dan terkendala lainnya,” tuturnya.

Selain metode door to door, perusahaan berplat merah ini juga memberlakukan tarif khusus untuk masyarakat yang melakukan pemasangan sambungan air baru. Dengan biaya Rp250 ribu, masyarakat sudah dapat menjadi pelanggan PDAM Tirta Benteng dan memperoleh kemudahan menikmati air bersih.

“Angsuran untuk biaya pemasangan dapat dibayarkan di bulan berikutnya bersama tagihan air yang telah digunakan,” ungkap Sumarya seraya menambahkan, saat ini pihaknya akan mempermudah layanan air bersih, dimana masyarakat cukup membayar (uang muka) Rp 150 ribu, dengan dicicil selama 11 kali.

Meskipun terus dikejar target peningkatakan pelayanan dan sambungan pelanggan baru, namun perusahaan penyedia air bersih ini tidak lupa dengan lingkungan sekitar.

Bahkan PDAM Tirta Benteng juga, bukan hanya memikirkan profit oriented atau keuntungan semata, tapi membangun hubungan dengan warga sekitar pun terus dibangun.

Menurut Sumarya, seluruh jajarannya selalu mengedepankan hubungan baik dengan lingkungan dan warga sekitar, dengan memberikan bantuan-bantuan serta santunan anak yatim saat HUT PDAM dan saat bulan Ramadan.

“Kegiatan santunan kepada anak yatim dan warga kurang mampu di sekitar kantor PDAM selalu rutin kami lakukan. Program santunan ini juga adalah suatu tradisi baik yang rutin kami PDAM lakukan,” ujar Sumarya.

Untuk anggaran santunan tersebut kata Sumarya, dikumpulkan dari hasil zakat profesi pegawai PDAM yang dikumpulkan melalui unit pengumpul zakat yang ada di PDAM TB.

“Sebenarnya juga santunan ini rutin setiap bulan PDAM TB lakukan, dan ada beberapa anak didik asuhan PDAM juga dalam santunan. Jadi kami terus berupaya peningkatan kinerja dan layanan juga peduli terhadap lingkungan sekitar,” pungkasnya. (ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.