Kemenag Banten Amankan 122 Titik Tanah Wakaf

  • Whatsapp
Asep Sunandar, Kasi Pemberdayaan Wakaf Kemenag Banten.

SERANG, (vivabanten.com) – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama Provinsi Banten tengah fokus melakukan pengawalan dan pengamanan terhadap 122 titik tanah wakaf yang terkena proyek strategis nasioan (PSN).

“Pengamanan yang kita maksud ialah memastikan agar tanah wakaf yang terdampak proyek PSN mendapat gantinya dengan lahan baru sesuai dengan harga tanah yang keluarkan tim appraisal. Jangan sampai lahan-lahan milik umat itu hilang begitu saja. Makanya ini terus kita kawal,” ujar Kasi Pemberdayaan Wakaf Kanwil Kemenag Provinsi Banten, Asep Sunandar kepada wartawan.

Menurut Asep, pihaknya menyebut ada sekitar 122 titik tanah wakaf di Banten saat ini perijinannya belum rampung dan masih berproses di Kemenag. “Kabarnya masih tahap pengadaan,” ucapnya.

Dari 122 titik itu, Asep merinci bahwa sebanyak 52 titik berada di Bendungan Waduk Karian. Ada juga 7 titik berada di Bendungan Tanggul, Kabupaten Serang.

“Lahan-lahan itu sedang kita identifikasi dan verifikasi. Kita ingin pastikan seperti apa legalisasinya nanti,” katanya.

Kemudian, kata dia, pada PSN Bendungan Sidanheula juga terdapat 8 titik tanah wakaf yang terdampak.

“Kalau Sindangheula sebenarnya tinggal membayarkan terhadap lahan penggantinya saja, setelah itu kaitan dengan perijinan kita akan banding-banding dengan nilai aset itu,” ucapnya.

Selanjutnya, PSN Tol Serang-Panimbang juga menerjang sedikitnya 48 titik lahan milik umat itu. Disini, kata dia, sebagian ada yang sudah tanah penggantinya namun ada juga yang belum.

Ia kembali menegaskan, tanah pengganti lahan wakaf itu prosesnya pengadaan lahan. Sementara pantauan kita fokus hanya dalam pengamanan bagaimanan penanganan mereka terkait tanah wakaf tersebut.

Dikatakan bahwa tanah wakaf itu bukan milik Kemenag melainkan katakan-lah milik Allah yang diamanahkan kepada umat dari seseorang yang bijak mewakafkan tanahnya untuk dikelola dan untuk ibadahnya.

“Nah kenapa Kemenag harus turun karena kebetulah regulasinya ada di Kemenag. Sehingga pengamanan wakaf mejadi bagian Tupoksi Kemenag,” tandasnya.

Asep juga memastikan soal penggantian lahan wakaf itu bukan dengan uang, akan tetapi tanah diganti dengan tanah, mushola diganti mushola, sawah diganti sawah, bahkan kuburan juga diganti dengan kuburan.

“Sementara soal pengadaan lahan penggantinya itu pure menjadi urusan pemilik lahan dengan pihak pengguna tanah wakaf. Dan Kemenag tidak masuk dalam urusan itu. Kemenag hanya memastikan agar lahan yang digunakan oleh pihak tertentu diganti dengan lahan sesuai dengan nilai yang telah ditentukan tim apprasial,” tukasnya. (*/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.