Kemenkes Ambil Alih Kasus Pasien Katarak RS Mulya

  • Whatsapp

TANGERANG, (vivabanten.com) – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia akhirnya mengambil alih, kasus pasien katarak yang berujung pengangkatan bola mata pasca operasi di Rumah Sakit (RS) Mulya.

Demikian dikatakan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Banten, Bambang Sumo kepada wartawan, Senin (25/02/2019).

Bacaan Lainnya

“Sekarang sedang dilakukan audit dan diambil alih oleh Kemenkes RI. Kita tidak tahu sampai kapan karena masih terus berproses. Ombudsman dalam posisi memonitor proses audit Kemenkes,” ujar Bambang

Menurut Bambang, pihaknya telah memanggil manajemen Rumah Sakit (RS) Mulya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Senin (25/02/2019).

Bambang menjelaskan, pihaknya menyebut pihak RS Mulya dihadiri oleh Direktur Dr. Zulindra, sementara Kepala Dinkes Kota Tangerang dr. Liza Puspadewi dan IDI Kota Tangerang Dr. Hadi Wijaya.

“RS Mulya menjelaskan telah terjadi komplikasi pasca operasi setelah pasien pulang ke rumah. Kemudian dirujuk ke RSCM dan 3 orang mengalami kebutaan, 1 orang sembuh, sementara 9 masih dalam perawatan,” kata Bambang.

Bambang mengungkapkan, pihak rumah sakit sendiri mengaku telah menjalankan prosedur tahapan operasi sesuai SOP. Menurut pengakuan pihak RS Mulya, tim dokter yang melakukan tindakan sudah berkompeten.

“Menurut (pihak) RS, operasi dijalankan sesuai prosedur, dokternya juga memiliki kompetensi dan berpengalaman melakukan operasi. Demikian juga keterangan IDI dan Dinkes. Tim Komisi Etik RS juga telah mengaudit (terkait dokter),” ucapnya.

Kendati demikian sambung Bambang, kembali menyebut hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan hasil pasti dari penyebab terjadinya infeksi pada bagian mata pasien yang berakhir menjalani pengangkatan bola mata di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta itu.

“Kita belum tahu sampai kapan karena masih berproses,” pungkasnya. (cenk/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.