Kepala UPTD Serang-Cilegon DPUPR Banten, Fransisko : Jika Ada Pegawai Nakal Akan Saya Sikat

  • Whatsapp

SERANG, (vivabanten.com) – Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Serang-Cilegon, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Banten, Fransisko menegaskan jika ada pegawai Provinsi Banten yang nakal akan diberikan sangsi tegas.

Demikian dikatakan Fransisko, lantaran adanya keluhan dari para pemilik toko di Jalan Letnan Jidun Kota Serang yang mengeluhkan adanya dugaan oknum PNS, yang meminta minta uang dengan dalih untuk biaya perbaikan drainase di sepanjang jalan tersebut.

“Kalau ada dan bukti pegawai Provinsi Banten dari DPUPR yang nakal, tolong kasih tau saya. Biar langsung saya sikat,” tegas Fransisko saat di konfirmasi awak media Kamis, (02/05/2019).

Menurut Fransisko, pengerjaan perbaikan drainase tersebut menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN).

“Jadi yang ngebangun langsung dari pusat dan tidak ada keterkaitan dengan Pemerintah Daerah,” terangnya.

Fransisko mengakui, memang benar Jalan di Letnan Jidun adalah tanggung jawab Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, namun pengerjaan drainase yang sedang berjalan saat ini bukan dari Pemprov.

“Tapi kali ini, saya tegaskan bukan kita yang ngebangun,” tukasnya.

Pembangunan Drainase disepanjang Jalan Letnan Jidun, Lingkungan Kepandean, Kota Serang, dikeluhkan oleh sejumlah Pemilik Toko dan usaha lainnya. Dikarenakan terdapat pungutan atau biaya tak terduga untuk dilakukannya penutupan serta pengaspalan jalan tersebut.

Bahkan sambung Fransisko, menurut informasi yang dihimpun  pada hari ini, Kamis (02/05/2019), beberapa pemilik usaha di Jalan Letnan Jidun Kepandean, Kota Serang mengaku dimintain uang hingga berjuta-juta oleh oknum berpakaian berwarna coklat seperti PNS.

Sementara pantau dilokasi, pengerjaan  tidak diketahui dilakukan oleh pihak ketiga ataupun intansi Pemerintah. Lantaran tidak ada plang nama, dalam pengerjaanya.

“Pada kemarin sih ada yang datang kesini, dengan memakai pakaian coklat seperti PNS mas. Nah orang itu, meminta uang kepada saya, sebesar Rp1 juta, untuk biaya menutupi penyelesaian akhir pembangunan Drainase,” ungkap salah satu sumber yang memohon namanya untuk tidak disebutkan.

Dirinnya pun menjelaskan, hari ini pun ada dari pihak kontraktor yang menghimbau untuk berhati-hati, apabila ada oknum PNS yang minta-minta uang.

“Tadi pagi juga, kita baru dapat himbauan. Agar berhati-hati terhadap oknum PNS yang meminta-minta uang,” jelasnya.

Ditempat sama, pemilik kios lainnya pun menyampaikan hal sama. Tetapi dirinnya berbeda dimintai uang tersebut.

“Kalau saya mah diminta Rp 2 juta. Dengan alasan, tempat saya paling besar untuk ditutup pembangunan Drainase. Tapi tidak saya kasih, dan biarin saja jalannya masih ada tanah. Daripada kena tipu,” tandasnya.(pais/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.