Ketua DPRD Kab Serang dan Kota Serang Memanas Bahas Aset

  • Whatsapp
Ketua DPRD Kabupaten Serang, Bahrul Ulum.

SERANG, (vivabanten.com) – Menanggapi pernyataan Ketua DPRD Kota Serang Budi Rustandi terkait akan dibentuknya pansus DPRD untuk membahas penyerahan asset Pemkab Serang ke Pemkot Serang.
Ketua DPRD Kabupaten Serang, Bahrul Ulum ketika dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp mengatakan, pihaknya minta agar Ketua DPRD Kota Serang jangan terlalu bernafsu dalam bicara soal peralihan asset pemerintah, Kamis (23/01/2020).
“Harus bedakan dulu tentang argumen Saya, tentang aset yang belum diserahkan dan tentang pencaplokan,” ujar Bahrul, Kamis (23/01/2020).
Menurut Bahrul data dari BPKAD Kabupaten Serang bahwa aset yang belum diserahkan ke Kota Serang adalah tidak lebih dari 5 persen. Itu memang belum diserahkan, karena memang aset masih digunakan oleh Pemkab Serang untuk pelayanan publik masyarakat.
“Adapun mengenai Perda batas wilayah masuknya pulo panjang yang sebelumnya wilayah Kecamatan Kasemen masuk ke Pulo Ampel dan Desa Kaserangan, serta Desa Beberan yang sebelumnya masuk Kecamatan Walantaka menjadi masuk ke wilayah Ciruas, merupakan salah satu syarat persetujuan terbentuknya Kota Serang,” tegas Bahrul.
Jadi sambung Bahrul keterangan tersebut, sangat tidak mendasar kalau ada bahasa mencaplok, justru lahirnya Kota Serang adalah salah satu bentuk kelegowoan Kabupaten Serang dalam prosesnya.
“Karena apa, pemekaran Kota Serang tidak terwujud secara otomatis jika tidak ada persetujuan dari kabupaten induknya,” tandasnya. (pais/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.