Ketua RT di Tangsel Diintimidasi Pengusaha, Pemkot Tutup Mata

  • Whatsapp
ILUSTRASI

TANGSEL, (vivabanten.com) – Sempat menjadi viral kasus Ketua RT01/04 Kelurahan Pondok Ranji, Kecamatan Ciputat Timur, yang dianiaya oleh oknum pengusaha.

Kejadian tersebut menjadi perhatian sejumlah tokoh masyarakat di Tangsel, seperti Babeh Acing salah seorang tokoh masyarakat Ciputat yang mengaku menyesalkan peristiwa tersebut.

Bacaan Lainnya

“Bilamana pengusaha tidak suka dengan sikap ketua RT, tinggal melaporkan saja kepada atasannya, toh! RT atasannya Lurah,” ujar Babeh Acing kepada wartawan, Senin (15/10/2018).

Menurut Babeh, dirinya juga mengaku pernah menjadi lurah di Tangsel dan sangat geram melihat perlakuan Pemkot Tangsel, yang tidak mau membantu Ketua RT sebagai ujung tombak pelayanan.

“Apakah semua pengusaha bebas melakukan penganiayaan terhadap Ketua RT, bila dilarang atau dikritisi lalu pihak kelurahan hingga kecamatan menyalahkan RT? Sebab potret tersebut mencederai birokrasi terkecil dari Pemkot Tangsek,” ujarnya.

“RT dipilih masyarakat dan dilantik oleh lurah, sementara lurah dilantik oleh Walikota. Jangan anggap RT itu tidak mendapatkan perlindungan hukum dari Walikota. Mohon hormati kebijakan seorang RT, kalau pun RT salah bisa disampaikan melalui pimpinannya,” tegas Babeh.

Sementara itu, Ketua Badan Musyawarah Tangerang Selatan, Julham Firdaus mengutuk keras perlakuan pengusaha yang merasa dibackingi aparat melakukan tindakan semena-mena kepada seorang Ketua RT.

“Yang namanya kekerasan tidak boleh terjadi di Tangsel, Pemkot harus memberikan sanksi tegas terhadap pengusaha yang sedikit-sedikit pakai backing aparat lalu anarkis,” ujar Julham.

Menirit Julham, TNI itu anak kandung rakyat, Polri itu mengayomi masyarakat tidak boleh ada aparat keamanan yang bisa dimanfaatkan oleh pengusaha untuk mengintimidasi atau melakukan kekerasan terhadap masyarakatnya.

“Saya mengimbau jika memang ada niat musyawarah lakukan musyawarah, Pemkot atau negara harus hadir untuk berikan sanksi sebagai efek jera, agar tidak terjadi lagi intimidasi kepada RT-RT lain se-Tangsel,” pungkasnya.

Terpisah Ketua RT Chaerudin saat dikonfirmasi merasa belum mendapatkan perlakuan yang baik dari pihak birokrat Tangsel.

“Saya tetap menuntut keadilan, apalagi ini menjadi beban moral bagi keluarga saya sebagaimana negara ini adalah negara hukum. Saya sudah menjalankan tufoksi sebagai Ketua RT, apabila terjadi hal yang sangat buruk dilingkungan tentunya yang menjadi penanggung jawab pertama adalah ketua RT bukan yang lain,” tandasnya. (yaz/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.