Kisah Suresh Dampingi Ibunda Berjuang Lawan Kanker Payudara

  • Whatsapp

TANGERANG, (vivabanten.com) – Tidak lama, tidak sulit dan tidak mahal. Itulah kesan pertama yang disampaikan oleh Suresh Kumar (56) ketika ditanya pendapatnya mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Keluarga Suresh memang sering memanfaatkan Program JKN-KIS. Ibunda Suresh sendiri merupakan penderita kanker payudara stadium akhir. Oleh sebab itu, Suresh selalu mengantarkan sang ibu secara rutin untuk melakukan kontrol dan periksa darah. Suresh mengaku bahwa selama dia mengantarkan ibunya pemeriksaan, dirinya selalu menggunakan JKN-KIS.

Bacaan Lainnya

“Pengalaman saya di salah satu rumah sakit dekat rumah untuk dapat dilayani harus ambil nomor dari pagi sekali. Biasanya saya yang ambil nomor dan mendaftar baru kalau sudah dekat gilirannya ibu saya datang ke rumah sakit,” ujar Suresh kepada tim BPJS Kesehatan, Selasa (12/03/2019).

Menurut Suresh, antrian di rumah sakit memang selalu panjang. Tak jarang membutuhkan waktu seharian hanya untuk mengantri di rumah sakit. Setelah bertanya kepada beberapa petugas rumah sakit, Suresh menyadari bahwa ternyata hal tersebut disebabkan oleh banyaknya pasien yang akan diperiksa.

“Setelah beberapa kali menemani ibu saya periksa, saya jadi paham hal tersebut. Dokter praktek bisa sampai 5 jam untuk melayani seluruh pasien. Padahal pendaftaran pasien ada 2 kali sehari, pagi dan sore. Mungkin diakibatkan karena terlalu banyaknya pasien yang datang ke rumah sakit tersebut,” terang Suresh.

Walaupun harus mengantri panjang, keluarga Suresh tidak pernah ragu untuk menggunakan JKN-KIS di rumah sakit. Hal tersebut dikarenakan usahanya untuk mengantri tidak seberapa dibanding manfaat yang didapatkan ketika pengobatan ibunya. Menurutnya JKN-KIS telah berkali-kali menyelamatkan nyawa ibunya.

“Dulu pernah ada kejadian saat ibu saya mengalami pendarahan yang sangat banyak sehingga HB-nya drop. Akhirnya beliau saya bawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Di rumah sakit ibu saya langsung mendapat perawatan di IGD hanya dengan menunjukkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) miliknya, sementara administrasi pendaftaran dan lain-lain dilakukan belakangan,” ujar Suresh.

Suresh melanjutkan bahwa ketika kejadian itu, ibunya langsung dilayani dengan sangat cepat. Tidak ada prosedur yang bertele-tele. Ketika Suresh ingin membereskan administrasi pendafataran di rumah sakit, ternyata keluarga Suresh tidak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun. Hal tersebut sudah dua kali dialami oleh ibu Suresh. Menurutnya, apabila sesuai prosedur, pelayanannya pun akan maksimal.

Terakhir Suresh mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada BPJS Kesehatan sebagai penyelengara Program JKN-KIS. Menurutnya penerapan Program JKN-KIS sudah sangat baik dan sangat membantu untuk seluruh keluarga Indonesia.(jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.