Konsumsi Tembakau Gorilla, Lima Remaja Ditangkap Polisi

  • Whatsapp

SERANG, (vivabanten.com) – Dengan alasan agar nafsu makannya tinggi, lima remaja tanggung gunakan tembakau gorilla dan diamankan Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba (Satresnakoba) Polres Serang di dua lokasi berbeda di wilayah hukum Polres Serang, Kamis (14/02/2019).

Dari lima tersangka yang ditangkap, berinisial FH alias Ucok (20) warga Kecamatan Cikande, Ag (19), YM (21), MA (20) dan MF (19), yang merupakan warga Cipare, Serang. Tersangka YM diketahui sebagai oknum mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Kota Serang, sedangkan empat tersangka lainnya berstatus sebagai pengangguran yang baru setahun lulus dari bangku SLTA.

Bacaan Lainnya

“Kelima tersangka ini menggunakan tembakau gorila mulai 2 hingga 5 bulan. Dari kelima tersangka ini diamankan barang bukti 10 kantong plastik berisikan tembakau gorila,” ungkap Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Serang, AKP Nana Supriyatna di Mapolres Serang, Senin (25/02/2019).

Nana menjelaskan, penangkapan para pecandu tembakau gorila yang dilakukan dalam waktu yang hampir bersamaan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat. Berbekal dari laporan tersebut tim opsnal langsung bergerak untuk melakukan penyidikan di tiga lokasi yang disebutkan masyarakat.

“Tersangka MA dan MF diamankan di sekitar Kelurahan Kagungan, Serang. Sedangkan tiga tersangka lainnya yaitu Ucok, Ag dan YM ditangkap di sebuah rumah kontrakan di sekitar Kelurahan Cipare, Serang. Masing-masing terbukti kedapatan memiliki barang bukti tembakau gorila dengan jumlah yang berbeda yang disembunyikan dibeberapa tempat,” terangnya.

Dalam pemeriksaan, kata Nana Supriyatna, para tersangka mengakui membeli barang haram tersebut secara on line sehingga tidak mengenali pasti identitas pengirimnya. Tersangka mengakui setelah transaksi, dirinya melakukan transfer uang ke rekening penjual sesuai harga barang yang telah disepakati.

“Setelah uang ditransfer, tersangka kemudian mengambil barang pesanan di tempat yang diinginkan pengedar,” katanya.

Kelimanya, lanjut Nana, dijerat Pasal 111 ayat (1) UU No 35 Th. 2009 tentang narkotika jo permenkes  RI No 20 tahun 2018 tentang perubahan  penggolongan narkotika.

“Dati pengakuan kelima tersangka kompak menyebut supaya nafsu makan meningkat. Tersangka juga mengatakan efek dari penggunaan tembakau gorila yaitu sepuluh menit pertama akan merasa pusing serasa terbang (fly). Setelah efek pusing hilang kemudian terasa lapar dan ingin makan,” Pungkasnya. (pais/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.