Korban Perkosaan Ayah Tiri Trauma Berat

  • Whatsapp
Terdakwa perkosaan anak tiri saat menjalani sidang. (Foto : usdo/vivabanten.com)
Terdakwa perkosaan anak tiri saat menjalani sidang. (Foto : usdo/vivabanten.com)

TANGERANG, (vivabanten.com) – Pengadilan Negeri Tangerang khusus menggelar sidang perdana kasus asusila, bapak tiri perkosa anak hingga hamil tiga bulan.

Diketahui terdakwa seorang petani, berinisial DK (45), awalnya terungkap telah menghamili anak tiri yang masih berusia 15 tahun. Ia dilaporkan istrinya sendiri, lantaran anaknya berinisial SM, kini dalam kondisi berbadan dua, hingga mengalami keguguran, Selasa (22/08/2017).

Kasus asusila ini terjadi di Kampung Cibirat RT 03/01 Desa Sukatani, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang.

Diruangan tahanan, pengakuan terdakwa, ia menggauli anak tirinya saat istrinya sedang tertidur. Pelaku berhubungan dengan korban sudah 3 bulan. Saat ini usia kandungannya sudah 3 bulan, sampai korban mengalami keguguran dengan fisik yang memprihatinkan.

Awalnya, istri terdakwa tak menaruh curiga pada anaknya. Namun lama-kelamaan perutnya mulai membuncit, dari situ korban pun mengakui telah diperkosa oleh bapak tirinya.

Terdakwa Dulkarim, ayah tiri korban nekat menggagahi korban SM yang saat ini berusia 15 tahun, saat kejadian dirinya diperkosa oleh pelaku berkali-kali hingga korban hamil 3 bulan sampai kondisi saat ini mengalami keguguran.

“Beberapa alat bukti seperti surat visum dan lain – lain tidak bisa dikeluarkan dikarenakan menjaga alat bukti sampai saat persidangan berjalan,” ujar JPU Kejari Tigaraksa, Mila.

Sementara itu, menurut Lembaga Bantuan Hukum dan Perlindungan Anak, Anri Situmorang menyayangkan sampai saat ini tidak ada penindakan dengan terjun langsung ke rumah korban. Korban diasingkan dari sekelompok warga.

“Ini adalah suatu hal aneh ibarat jatuh dan tertimpa tangga. Tidak ada suport dari masyarakat. Kami advokat, menekankan kepada pemerintahan untuk bisa melihat kondisi dan permasalah tentang kesusilaan khususnya soal perempuan dan anak,” tegasnya.

Diketahui, kondisi korban saat ini sedang mengalami trauma berat, butuh dukungan psikis untuk siap hadir dipersidangan. “Korban ingin masalah ini cepat selesai dan bisa dibantu Pemkab Tangerang,” tukasnya. (usdo/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.