Kuasa Hukum Kelompok Jhon Kei Minta Saksi Dihadirkan Tatap Muka

  • Whatsapp
Sidang lanjutan kasus penyerangan yang dilakukan anak buah Jhon Key secara virtual.

TANGERANG (vivabanten.com) – Sidang lanjutan kasus penyerangan rumah Agrapinus Rumatora alias Nus Kei yang dilakukan John Kei dan anak buahnya, kembali digelar Pengadilan Negeri Tangerang secara virtual, Senin (02/11/2020).
Sidang tersebut yang rencananya mendengarkan keterangan dari saksi kepada 22 terdakwa yang tak lain merupakan anak buah John Kei, terpaksa ditunda lantaran kuasa hukum tidak setuju bila dilaksanakan secara virtual.
Agendanya, ada dua saksi yang akan dihadirkan pada saat itu yakni Dani Far Far dan John Kei saat berada di Polda Metro Jaya.
Kuasa Hukum Kelompok John Kei, Anton Susanto mengatakan, bila sidang dipaksakan digelar secara virtual dikhawatirkan tidak ada objektif kesaksiannya.
“Jadi kita bisa lihat mimik saksi berbohong atau tidak kalau gesture atau keterangan langsung pengadilan,” ujar Anton.
Permohonan penundaan sidang secara virtual dan diganti tatap muka pun dikabulkan oleh majelis hakim. Sidang lanjutan dengan agenda mendengarkan saksi akan dilaksanakan tatap muka pada Kamis, (05/11) mendatang.
“Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tangerang sepakat kalau sidang tidak online. Kalau kehadiran mereka selain diatur dalam KUHP juga dalam peradilan pidana itu kesaksian itu mahkota kita,” kata Anton.
Anton meminta kepada pihak kepolisian, agar saat kehadiran John Kei dan Dani Far Far sebagai saksi tidak melakukan pengamanan. “Walaupun mantan narapidana, tapi dia sudah berubah,” ucapnya.
Sementara, JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang, Haerudin mengungkapkan, menghadirkan kedua saksi tersebut dalam sidang tatap muka akan dipertimbangkan.
“Saksi kita itu sudah tahap 2 juga di Jakarta Barat (Kejaksaan Negeri). Tapi sambil kita koordinasi tentu dari pengadilannya itu pasti ada pertimbangan dari sisi keamanan,” ujar Haerudin.
Menurut Haerudin, baik Kejari Kota Tangerang maupun Pengadilan Klas 1 Tangerang siap melaksanakan sidang ini secara tatap muka. Hal tersebut tentunya akan terganjal dengan kesiapan dari Kejari Jakarta Barat.
Kendati sidang lanjutan tersebut akan digelar secara virtual akan tatap muka belum ada keputusannya.
“Kalau saya siap-siap saja, tapi kan tergantung majelisnya walaupun kita mohonkan tapi kalau majelis berkata lain kan gimana. Jadi kita berusaha dulu,” tukas Haerudin.
Diberitakan sebelumnya, John Kei dan anak buahnya melakukan penyerangan ke rumah Nus Kei pada Minggu, 22 Juni 2020 sekitar pukul 12.30. Aksi penyerangan itu diwarnai penabrakan pintu gerbang kompleks dan pelepasan 7 kali tembakan.
Akibatnya, seorang satpam dan pengendara ojek online di kompleks terluka. Sementara dari pihak Nus Kei, 1 orang anak buahnya yang bernama Yustus Corwing Rahakbau tewas terkena luka bacok.
Polisi kemudian menggerebek kediaman John Kei di Bekasi untuk mengusut kasus penembakan, penganiayaan, dan pembunuhan pada Ahad petang itu. Penangkapan itu sempat dihalang-halangi oleh puluhan anak buah John Kei.
Dalam penangkapan terhadap John di rumahnya yang berada di Jalan Tytyan Indah Utama X, Bekasi, polisi menyita puluhan tombak dan senjata tajam. (*/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.