Lestarikan Alat Musik Tehyan, Disbudpar Kota Tangerang Gelar Pelatihan

  • Whatsapp
Kepala Seksi Sejarah dan Pelestarian Budaya, pada Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Pertamanan Kota Tangerang, Yanik Purwaningsih berfose bersama.

KOTA TANGERANG, (vivabanten.com) – Menjalankan program pelestarian budaya, pemerintah Kota Tangerang, melalui Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Pertamanan (DISBUDPAR), menggelar pelatihan alat musik Tehyan, di Aeropolis, Kecamatan Neglasari, Kamis (25/11/2021).

Sebagai informasi alat musik Tehyan merupakan alat musik khas Betawi, yang diperkenalkan oleh masyarakat Kota Tangerang, Oen Sin Yang atau Go Yong. Sama halnya dengan Biola, Tehyan dimainkan dengan cara digesek pada dua senarnya.

Bacaan Lainnya

Kepala Seksi Sejarah dan Pelestarian Budaya, pada Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Pertamanan Kota Tangerang, Yanik Purwaningsih menjelaskan, pelatihan ini merupakan pelatihan rutin dan kali ini bekerja sama dengan mahasiswa UNJ. Acara ini diadakan selama tiga hari, dengan peserta sebanyak 20 orang, yang berasal dari Tim Orkestra Lentera, Kampung Tehyan.

“Kegiatan hari ini merupakan program kegiatan pengelolaan kebudayaan yang masyarakat pelakunya, dalam daerah kabupaten/kota, sub kegiatan pembinaan sumber daya manusia lembaga dan pranata kebudayaan. Alat musik Tehyan juga merupakan salah satu kesenian yang dimiliki oleh kota Tangerang, yang wajib kita lestarikan,” ujar Yanik kepada wartawan.

Peserta saat mengikuti pelatihan alat musik Tehyan khas Kota Tangerang.

Menurut Yanik, selama tiga hari berlangsung, kegiatan pelatihan dimulai dengan pengenalan sejarah alat musik Tehyan, mengenal organologi, hingga akhirnya peserta dapat memainkan dua buah lagu.

Harapan ke depannya, peserta pelatihan dapat mempertahankan eksistensi Tehyan, dan dapat tampil membawakan alat musik ini di khalayak umum.

“Mari kita bersama-sama untuk belajar dan mengenal lebih jauh kebudayaan yang kita miliki, tidak hanya saat ada pelatihan, tapi diharapkan dapat diasah terus dalam keseharian sebagai pengisi waktu luang, dan kita dapat menunjukkan kesenian yang kita miliki di acara-acara kota Tangerang” harapnya.

Peserta pelatihan Tehyan, Ekani Ruthnina, mengungkapkan banyak hal baru yang ia dapat dari pelatihan ini. Dan memiliki kebanggaan tersendiri bisa ikut andil dalam pelestarian budaya di Kota Tangerang.

“Dengan cara kita berlatih, artinya kita ikut melestarikan kebudayaan yang dimiliki Kota Tangerang, alat musik ini sangat menyenangkan untuk dipelajari, dari tiga hari pelatihan ini kita mendapatkan banyak pengalaman, dimulai mengenal lebih jauh alat musik, hingga dapat membawakan lagu-lagu menggunakan tehyan ini,” pungkasnya.(ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.