Lestarikan Budaya Tionghoa, Disbudparman Kota Tangerang Gelar Festival Tang Che

  • Whatsapp
Wakil Walikota, Sachrudin dan Danrem 052/Wijayakrama, Brigjen TNI Rano Maxim Adolf Tilaar saat pembukaan festival Tang Che.

KOTA TANGERANG, (vivabanten.com) –  Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Pertamanan (Disbudparman) Kota Tangerang menggelar Festival Tang Che yang bekerjasama dengan komunitas Banksasuci dan Koperasi LBJ di Kampung Tehyan, Kelurahan Mekarsari Kecamatan Neglasari Kota Tangerang, Rabu (22/12/2021).

Gelaran festival kebudayaan warga Etnis Tionghoa atau yang biasa di sebut China Benteng diapresiasi oleh Wakil Walikota, Sachrudin dan Danrem 052/Wijayakrama, Brigjen TNI Rano Maxim Adolf Tilaar.

Bacaan Lainnya

Wakil Walikota Tangerang, Sachrudin disela kunjungan bersama Danrem 052/Wijayakrama, Brigjen TNI Rano Maxim Adolf Tilaar mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi  para penggiat Kampung Tehyan yang menghidupkan kembali tradisi yang sudah lama tidak dilestarikan.

“Festival Tang Che merupakan momentum untuk menghidupkan kembali tradisi leluhur Cina Benteng dan kita memiliki tanggung jawab untuk terus melestarikannya,” ujar Sachrudin.

Sachrudin berharap, seiring dengan program Pemerintah Kota Tangerang khususnya program Kampung Kita, dirinya berharap Kampung Tematik kembali bergeliat dan menghidupkan kembali potensi wilayah.

“Kampung Tematik merupakan bagian dari program Kampung Kita. Mari sama-sama kita bangun kampung-kampung kita,” ajak Sachrudin.

Sachrudin menambahkan, wilayah Kecamatan Neglasari memiliki banyak keberagaman agama dan kebudayaan, salah satunya warga Etnis Tionghoa atau China Benteng yang memiliki banyak adat dan tradisi yang cukup menarik.

“Tang Che biasa diperingati pada pengujung tahun atau akhir tahun, tepatnya pada tanggal 22 Desember Masehi atau menurut kalender penanggalan Imlek tanggal 28 Cap it Gwee, setiap keluarga memakan le yang di kenal dengan onde-onde dalam perayaan ini,” jelas Sachrudin.

Ditempat yang sama, Danrem 052/Wijayakrama, Brigjen TNI Rano Maxim Adolf Tilaar mendapat kehormatan untuk membuka acara sekaligus meninjau Bazaar UMKM Produk dari Kota Tangerang.

“Saya kagum karena masyarakat Neglasari Kota Tangerang tidak melupakan sejarah, walaupun bukan warga Jakarta masyarakat Tangerang masih melestarikan budaya,” ucap Brigjen Rano Tilaar.

Menurut Danrem, penyelenggaraan Festival Tang Che merupakan salah satu wujud nyata dari kepedulian masyarakat untuk melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya Tionghoa/China Benteng dalam rangka melestarikan budaya.

“Negara Indonesia kaya akan budaya yang unik dan perlu kita lestarikan,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan pada Disbudparman Kota Tangerang, Sumangku Getar mengatakan, Festival Tang Che adalah tradisi perayaan sebagai tanda terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas lindungan dan berkahnya.

“Festival Tang Che ini bukti keberagaman budaya yang ada di Kota Tangerang, yang hingga kini masih terus dijaga dan dilestarikan oleh warga Etnis Tionghoa,” ujar Sumangku yang mendampingi Wakil Walikota Tangerang, Sachrudin dan Danrem 052/Wijayakrama, Brigjen TNI Rano Maxim Adolf Tilaar saat membuka acara festival.

Sumangku menuturkan, dalam festival yang menerapkan protokol kesehatan ketat ini juga digelar penampilan kesenian budaya leluhur dari Tionghoa berupa tari Cokek, Orhestra Tehyan, Mpe Goyang, lomba membuat onde, dan lomba kebaya Encim.(ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.