Mahasiswa Desak Kejari Serang Usut Kasus Pengalihan Aset

  • Whatsapp

TANGERANG, (vivabanten.com) – Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Mahasiswa Kota Serang, desak Kejaksaan Negeri Serang untuk menyelesaikan Kasus (Abuse Of Power) tindak pidana korupsi yang diduga melibatkan Walikota Serang (Syafrudin) dalam pengalihan aset berupa sebidang tanah dengan luas 8200 meter persegi dipersil 53/s pada tahun 2014 lalu.

Mereka datangi Kejari Serang dengan membawa sepanduk besar bertuliskan “Usut Tuntas Dugaan Kasus Korupsi Penjualan Tanah Milik Pemkot Serang”  menuntut keadilan terkait pengalihan aset Kejari Serang.

Bacaan Lainnya

“Kami dari aliansi Gerakan Mahasiswa Kota Serang menuntut Walikota Serang untuk diadili, mendorong serta memproses secepat mungkin pada Kejari Serang,” ujar kordinator Aksi Ridho disela-sela aksi di depan gedung Kejari Serang, (08/07/2019).

Menurut Ridho, dengan banyaknya masalah yang ada di Kota Serang ini, seharusnya dengan kepemimpinan Walikota Syafrudin dan Subadri Usuludin membawa spirit baru untuk kemajuan Kota Serang, namun kenyatannya, banyak masalah yang malah timbul lagi yang langsung dirasakan oleh masayarakat saat ini.

“Kita menduga masalah-masalah yang timbul di Kota Serang ini akibat dosa masa lalu (Abuse Of Power) kesewenang-wenangan kekuasaan Walikota Serang bapak Syafrudin,” terangnya.

Intinya, lanjut Ridho, dengan kedatangannya pada hari ini ke Kejari Serang dengan membawa surat laporan kasus yang diserahkan pada Kejari, agar segera mengadili Walikota Serang dengan seadil-adilnya.

“Surat kita telah berikan ke Kejari, mudah-mudahan cepat diproses, cepat ada hasilnya, agar kita tau sejauh mana keadilan di Kota Serang ini ditegakkan, dan kita akan lakukan pengawalan dalam prosesnya nanti,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kejari Serang, Azhari menaggapi positif kedatangan para Mahasiswa yang lakukan sosial kontrol dengan membawa laporan pada Kejari Serang pada hari ini, Senin (08/07/2019).

“Laporan telah kita terima, dan nanti kita akan pelajari terkait laporan perkaranya, karena perkara ini dulu sudah ingkrah, dan beliau (Walikota Serang) memang sebagai saksi waktu itu, artinya sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap,” tuturnya.

Untuk langkah kedepan, lanjut Azhari, pihaknya dalam hal ini Kejari Serang akan mempelajari dan lakukan expose yang terlibat dalam kasus tersebut untuk petunjuk lebih lanjut.

“Pokoknya ditunggu saja, kita nanti akan lakukan expose, ditunggu saja, ini kita masih pelajari,” tandasnya. (pais/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.