Masuk Zona Merah, Puskesmas Kutabumi Berikan Penyuluhan

  • Whatsapp

TANGERANG, (vivabanten.com) – Terus meningkatnya kasus Covid-19 diKabupaten Tangerang menyebabkan daerah tersebut kembali menjadi zona merah penyebaran Covid-19. Sebelumnya, Kabupaten Tangerang sudah memasuki zona kuning dan persiapan ke zona hijau.

Pemerintah Kabupaten Tangerang juga kembali membuka fasilitas rumah isolasi atau rumah singgah Griya Anabatic, Kelapa Dua mulai 14 September hingga Desember mendatang.

Bacaan Lainnya

“Dibukanya kembali rumah singgah ini, karena dalam kuran waktu tiga minggu, kasus Covid-19 di Kabupaten Tangerang mengalami peningkatan yang signifikan,” ujar Sekertaris Daerah Kabupaten Tangerang, Moch Maesyal Rasyid.

Menurut Maesal, dalam pembukaan kedua ini akan dilakukan secara berbeda, dimana nantinya hanya pasien terkonfirmasi dengan kasus Orang Tanpa Gejala atau OTG saja yang akan dirawat di rumah singgah.

“Di Kabupaten Tangerang hampir 60 persen itu kasusnya dialami oleh pasien OTG, sedangkan sisanya gejala berat dan ringan. Makanya, untuk pasien dengan gejala akan dirawat di rumah sakit, sementara yang OTG kita sediakan tempat di sini (rumah singgah Griya Anabatic),” tandasnya.

Hasil pantauan wartawan di website tangerangkab.go.id salah wilayah Kabupaten Tangerang yang masuk dalam zona merah yakni Kecamatan Pasar Kemis yang mencapai 36 positif terpapar Covid-19.

Untuk memutus mata rantai penyebaran dari virus yang mematikan tersebut, jajaran Puskesmas Kutabumi melakukan penyuluhan kepada warga Permata Tangerang RW 08 Desa Gelam Jaya Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang yang dilaksanakan di Balai Warga RW 08, Selasa (08/09/2020).

Dr. Astri salah seorang satgas Covid-19 Puskesmas Kutabumi disela melakukan penyuluhan mengatakan, kegiatan penyuluhan tersebut, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 karena ada warga yang positif dari hasil swab dan melakukan isolasi mandiri.

“Kami melakukan penyuluhan kepada warga di lingkungan RW 08 Desa Gelam Jaya ini, bertujuan memberikan pengetahuan tentang bagaimana pencegahan penyebaran Covid-19,” ujar Astri kepada wartawan, Selasa (08/09/2020).

Menurut Astri, Puskesmas Kutabumi melayani masyarakat di empat wilayah yakni Desa Gelam Jaya, Kelurahan Kutabumi, Kelurahan Kutajaya dan Kelurahan Kutabaru.

“Pencegahan penyebaran virus ini harus diawali dengan memproteksi diri sendiri. Mencegah lebih baik dari pada mengobati, jadi mari bersama-sama menjaga kesehatan dan lingkungan kita,” ucapnya.

Astri menambahkan, dirinya meminta agar seluruh masyarakat menjaga diri dari penyebaran virus corona dengan melakukan pola hidup sehat 3M seperti mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

“Bagi masyarakat yang ada keluhan penyakit, sesegera mungkin untuk memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat,” tuturnya.

Ketika disinggung terkait kembali dibukanya rumah singgah Griya Anabatic Astri menjelaskan, jika ada masyarakat yang terkonfirmasi dengan kasus Orang Tanpa Gejala atau OTG bisa dikirim ke rumah singgah tersebut, namun dengan prosedur yang telah ditetapkan dan pihak Puskesmas yang mengantarkan.

“Jadi dengan bukanya kembali rumah singgah, pasien-pasien OTG terkonfirmasi positif bisa isolasi di rumah singgah, tapi bukan pasien yang harus mendapatkan pelayanan medis dari rumah sakit,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua RW 08 Desa Gelam Jaya Perumahan Permata Tangerang, Suyono mengaku sangat mengapresiasi serta berterimakasih kepada Puskesmas Kutabumi atas digelarnya penyuluhan Covid19 kepada masyarakat.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini masyarakat lebih memahami apa itu Covid-19 dan bisa mencegahnya,” kata Suyono.

Suyono menambahkan, karena wilayahnya masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19 pihaknya bersama warga membentuk satgas Covid di lingkungannya.

“Satgas ini bertugas untuk membantu menginformasikan terkait virus corona dan juga bisa menggalang dana secara swadaya untuk memberikan bantuan jika ada warga yang positif Covid19,” pungkasnya. (*/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.