Mekanik Mobil Diamankan Satpol PP Terkena Razia

  • Whatsapp

TANGERANG, (vivabanten.com) – Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tangerang mengamankan, Alif salah seorang mekanik bengkel mobil, saat sedang mengamenlLampu merah SMPN 5 Kota Tangerang, Selasa (26/02).

Alif mengaku terpaksa mengamen lantaran pendapatan sehari-sehari sebagai montir bengkel ditempatnya bekerja tidak mencukupi untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.

Bacaan Lainnya

“Kerja di bengkel tau sendiri, ngga setiap hari rame. Satu mobil saya dibayar 20 ribu, itu juga kalau ada mobil masuk,” ujar Alif yang mengaku baru pertama kali mengamen.

Alif mengaku, selain dinilai kurang, pendapatan di bengkel tempatnya bekerja tidak sebanding dengan pekerjaan yang dikerjakan, terlebih saat ini dirinya mengaku menjadi tulang punggung keluarga.

“20 ribu cukup apa pak, orangtua sakit, adik saya masih sekolah. Saya ngga mau adik saya putus sekolah seperti saya,” ucapnya.

Dengan turun kejalan dirinya mengaku dapat mengumpulkan uang berkali-kali lipat dibandingkan dengan bekerja sebagai montir ditempatnya bekerja.

“Kalau dijalanan agak mendingan pak, saya bisa dapat bersih 80-150 ribu perharinya, saya bisa bayaran adek bisa kasih uang belanja sama ibu,” tukasnya.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Tangerang, Ghufron Falfeli mengatakan, kedua anjal yang diamankan selanjutnya akan didata dan diminta untuk membuat surat pernyataan tidak lagi mengamen di Kota Tangerang.

“Dari data yang kami punya, keduanya baru kali ini tertangkap sehingga kami hanya memberikan pembinaan, pendataan dan surat pernyataan tidak lagi mengamen,” ujar Ghufron kepada wartawan.

Menurut Ghufron, jika keduanya nanti kembali turun kejalan pihaknya akan menerapkan sanksi yang lebih tegas, yakni dengan mengirim mereka ke Dinas Sosial untuk diberikan pembinaan lanjutan.

“Sanksi yang kami terapkan kepada mereka kali ini masih sebatas peringatan, namun jika mereka masih ada dijalanan kami pastikan mereka akan dikirim ke Pasar Rebo untuk diberikan pembinaan selama tiga bulan,” ucapnya.

Ghufron, mengaku pihaknya akan terus mempersempit ruang gerak anak jalanan untuk memberikan rasa nyaman, tentram dan aman kepada masyarakat Kota Tangerang.

“Pelayanan yang dapat kami berikan kepada masyarakat adalah rasa nyaman melalui serangkaian penertiban dan patroli yang rutin disetiap hari kami laksanakan,” pungkasnya.(ceng/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.