Meningkat 35 Kasus, Kota Serang Darurat Kekerasan Perempuan dan Anak

  • Whatsapp

SERANG, (vivabanten.com) – Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Kota Serang berencana akan membangun Rumah Aman disetiap Kecamatan, Kota Serang.

Hal tersebut disampaikan oleh, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Kota Serang, Kosasih, saat ditemui diruang kerjannya, Kamis (13/12/2018).

Bacaan Lainnya

Pembangunan Rumah Aman disetiap kecamatan tersebut, lantaran dari data yang didapatkan dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A) Kota Serang, bahwa telah terjadi peningkatan kekerasan kepada perempuan dan anak di Kota Serang sebanyak 32 kasus.

“Untuk sementara baru terbangun satu rumah aman di Kecamatan Serang, dan sudah bisa difungsikan. Sisannya masih dalam proses, semoga di 2019 di setiap kecamatan telah terbangun rumah aman maupun rumah singgah,” katannya.

Menurut Kosasih, hal ini perlu dan penting sekali sifatnya, lantaran jika dilihat dari angkanya cukup tinggi,dalam hal ini, Pemkot Serang akan serius dalam mengurangi kejadian kekerasan kepada kaum perempuan dan anak tersebut.

“Selain itu pula, upaya menekan ini, kita sudah lakukan sosialisasi kepada seluruh stakeholder bagaimana kita juga melakukan pembinaan di tingkat kelurahan. Bilamana ada anak atau perempuan yang mengalami kekerasan segera melapor,” tuturnya.

Tidak lupa, Kosasih menerangkan, bahwa dalam menangani kekerasan terhadap anak dan perempuan, ada beberapa langkah. Pertama pihaknya datang ke lokasi kejadian, dan membawa anak atau perempuan yang terbawa kasus ke rumah aman. Kemudian, sambungnnya, kedua melakukan penenangan kepada anak ataupun perempuan yang menjadi korban.

“Saya kira, dengan membawa anak atau perempuan yang menjadi korban, bisa menghindari hal yang tidak diinginkan terjadi. Lalu harus ada penenangan kepada korban, agar tidak menjadi trauma dan membuat psikologisnnya terganggu,” ucapnya.

Lebih lanjut Kosasih menerangkan, ada beberapa sebab yang melatarbelakangi banyaknya kekerasan anak dan perempuan di Kota Serang, dan yang paling krusial adalah persoalan keluarga dan lingkungan.

Sementara itu, Walikota Serang, Syafrudin mengatakan, dengan adanya rumah aman di setiap Kecamatan, tingkat kekerasan perempuan dan anak diharapkan bisa menjadi berkurang. Kemudian juga menjadi solusi menyelesaikan persoalan-persoalan rumah tangga dan kekerasan pada anak dan perempuan.

“Kekerasan pada perempuan dan anak itu ada tergantung dari situasi keluarga, dan juga situasi lingkungan yang menentukan. Mudah-mudahan kota Serang, Kota yang sudah menginjak kemajuan, kekerasan anak dan perempuan bisa menurun,” ujarnya.

Seperti diketahui, menurut data Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Kota Serang. Bahwa tahun 2018 kasus terjadi, didominasi oleh kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kepada perempuan. Rinciannya yaitu, 2018 KDRT 13 kasus, pelantaran anak 1 kasus, pelecehan seksual 6 kasus, kekerasan anak 4 kasus dan pemerkosaan 8 kasus.

Hal itu pun dihitung sejak tahun 2011, dimana pada 2011 terdapat 4 kasus kekerasan pada anak dan perempuan, 2 kasus pelecehan seksual pada anak dan 2 kasus KDRT.

Lalu pada tahun 2012 meningkat tipis, yaitu tercatat 5 kasus dengan rincian, kasus cabul sebanyak 1 kasus, pelecehan seksual 2 kasus dan KDRT sebanyak 2 kasus.

Kembali meningkat pada tahun 2013, yaitu tercatat 8 kasus dengan rincian, pemerkosaan 1 kasus, pelecehan seksual 2 kasus dan KDRT sebanyak 5 kasus.

Untuk 2014, ada penurunan menjadi 6 kasus, rinciannya adalah, pelantaran anak 1 kasus, pelecehan seksual 1 kasus, KDRT 3 kasus dan pembunuhan anak 1 kasus.

Sedangkan pada 2015 meningkat kembali menjadi 11 kasus dengan rincian, KDRT 7 kasus, pelantaran anak 3 kasus, dan pelecehan seksual 1 kasus. Lalu angka yang sama didapatkan pada tahun 2016 dengan rincian, 5 kasus pelantaran anak, 2 kasus pemerkosaan anak, dan 6 kasus pelecehan seksual. Terakhir pada tahun 2017, tercatat ada 19 kasus. (pais/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.