Munaroh Berjuang Hadapi Tumor Bersama JKN-KIS

  • Whatsapp

TANGERANG, (vivabanten.com) – Munaroh (45) adalah peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), yang iurannya ditanggung oleh Pemerintah Pusat melalui APBN. Layaknya peserta JKN-KIS lainya, Munaroh memiliki kisahnya tersendiri ketika menggunakan kartu JKN-KIS untuk berobat.

Munaroh yang saat ditemui oleh Tim Jamkesnews didampingi oleh suaminya tersebut, bercerita bagaimana JKN-KIS menolongnya dalam menghadapi tumor yang bersarang di dalam tubuhnya.

Bacaan Lainnya

“Dulu pernah saya pakai sekali untuk  operasi pengangkatan tumor. Awalnya tidak tahu kalau itu tumor. Saya kira cuma benjolan saja. Sudah 20 tahun benjolannya tidak hilang-hilang. Akhirnya saya periksakan ke Puskesmas pakai JKN-KIS. Dari Puskesmas lalu dirujuk ke Rumah Sakit Sari Asih. Dari situ baru ketahuan itu tumor,” ujar Munaroh, Senin (11/03/2019).

Munaroh mengaku dirinya sempat takut saat mengetahui dirinya harus dioperasi. Harus diakui kondisi keuangan keluarga munaroh memang tidak sedang baik. Keluarganya tidak mungkin bisa mengeluarkan uang di luar kebutuhan sehari-harinya. Akan tetapi kekhawatiran Munaroh tidak terbukti. Seluruh biaya perawatan dirinya telah ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Munaroh pun bersyukur dirinya tidak perlu bingung-bingung mencari uang.

“Alhamdulilah semua dijamin oleh BPJS Kesehatan. Tidak keluar uang sama sekali. Kami sekeluarga bisa bernapas lega. Kalau bayar sendiri mungkin bisa habis banyak. Mau uang dari mana?” ucap Munaroh.

Saat dirinya menjalani pengobatan baik di Puskesmas maupun di rumah sakit, Munaroh mengaku mendapatkan pelayanan yang ramah dari dokter hingga perawat. Tidak ada perbedaan layanan dengan pasien lainnya yang tidak menggunakan JKN-KIS.

“Tidak ada pembedaan sama sekali. Ketika di Puskesmas dan rumah sakit semuanya baik. Saya masuk langsung ditangani. Proses administrasinya juga tidak ribet. Jadi kabar-kabar yang saya dengar di luar itu tidak benar. Saya sudah membuktikannya sendiri,” terang Munaroh.

Munaroh pun menyampaikan banyak terima kasih kepada pemerintah dan BPJS Kesehatan. Tanpa adanya Program JKN-KIS, orang-orang seperti Munaroh akan kesusahan mendapatkan pelayanan kesehatan yang terjangkau. Munaroh mengaku dirinya menaruh harapan besar akan kelangsungan program ini. (jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.