Narkoba dan Senpi Rakitan Dimusnahkan Kejaksaan

  • Whatsapp
Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Robert P.A Pelealu saat memusnahkan barang bukti.
Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Robert P.A Pelealu saat memusnahkan barang bukti.

TANGERANG, (vivabanten.com) – Barang bukti dari hasil 147 perkara yang telah inkrah dimusnahkan oleh jajaran petugas Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Selasa (31/7).

Barang bukti yang dimusnahkan tersebut, berupa sabu seberat 554 gram, ganja sebanyak 1.915 gram, ekstasi sebanyak 408 gram, ketamine seberat 1,9 gram, eximer sebanyak 12 butir serta 4 pucuk senjata api rakitan.

Bacaan Lainnya

Sementara barang bukti senjata tajam dimusnahkan dengan cara di potong-potong menggunakan alat mesin potong.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Tangerang, Robert P.A Pelealu mengatakan barang bukti yang dimusnahkan berasal dari 147 perkara selama periode tahun 2017 hingga Juli 2018.

“Hari ini pemusnahan barang bukti narkoba dari 147 kasus. Ada sabu, ada ganja, ekstasi, ada juga senpi dan lain-lain,” ujarnya.

Meski dilakukan diarea perkantoran dengan metode dibakar, Robert mengklaim kegiatan itu tidak menggangu kesehatan. Padahal, asap yang dihasilkan dari pembakaran narkoba tersebut menyengat penghiduan di kawasan perkantoran tersebut.

“Tidak, tidak menggangu. Kalau yang dibakar itu kan ganja munfkin bercampur yang lain,” kilahnya.

Robert menambahkan, barang bukti yang dimusnahkan dari 147 perkara ini kasusnya sudah inkrah atau terpidana sudah menjalani hukumannya di lembaga pemasyarakatan.

“Sudah inkrah kan tugas jaksa melaksanakan keputusan pegadilan yang sudah inkrah. Kalau sudah inkrah tapi belum dilaksanakan ya belum dimusnakahkan,” tukasnya.

Pada kesempatan yang sama ketika dikonfirmasi terkait kaburnya tahanan kejaksaan, Robert menambahkan, pihaknya bersama instansi terkait seperti kepolisian masih melacak keberadaan RS.

“Lagi diusahakan. Baik melalui teknologi maupun non teknologi terus kita lacak. Barang buktinya kalau ada,” ucapnya.

Robert menjelaskan, sudah hampir sepekan pihaknya belum menemukan titik terang ikhwal kaburnya tahanan tersebut. “Titik terang pokoknya kita berusaha,” katanya.

Robert menambahkan untuk dapat meringkus kembali pelaku kasus penganiyaan tersebut pihaknya memakai dua cara yaitu lewat teknologi dan konvensional.

“Ya konvensional ada yang ditugasi mencari. Kalau teknologi kita kan ada monitoring center di sana, kita lapor untuk mencari jejaknya dan bekerja sama dengan instansi lain,” pungkasnya.(jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.