Nia Peserta JKN-KIS : Bayar Iuran Sudah Jadi Pengeluaran Rutin

  • Whatsapp

TANGERANG, (vivabanten.com) – Program JKN-KIS menjadi satu-satunya payung perlindungan kesehatan bagi masyarakat Indonesia. Program tersebut, didasari prinsip gotong royong, sehingga semua ditanggung bersama. Iuran dikumpulkan dari semua peserta, baik yang sehat maupun yang sakit.

Nia salah satu peserta JKN-KIS dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU), memahami betul dasar penyelenggaraan Program JKN-KIS, yang sudah merasakan dari keberadaan JKN-KIS.

Bacaan Lainnya

“Saya membayar iuran setiap bulannya. Setiap bulan rutin ya, mau saya sakit atau sehat iuran untuk JKN-KIS sudah menjadi hal yang rutin, seperti kita bayar air, listrik kan sudah kebutuhan dasar ya,” ujar Nia kepada wartawan, Selasa (11/06/2019).

Menurut Nia, tidak ada kata rugi ketika membayar iuran untuk Program JKN-KIS. Iuran yang diberikan akan digunakan untuk membiayai yang sakit dan iuran yang disetorkan tidak sia-sia. Di sinilah bentuk gotong-royong dan kepatuhan peserta sebagai warga negara yang baik.

“Bayar iuran itu tidak rugi, malah harusnya kita senang kalau bisa ikut bergotong-royong. Artinya kita membantu sesama yang sakit. Ada orang yang merasa rugi karena bayar iuran setiap bulan dan tidak menggunakan, menurut saya itu keliru. Kalau kita iuran tapi tidak menggunakan artinya kita sehat, harus disyukuri,” ucapnya.

Masih menurut Nia, dengan membayar iuran rutin tepat waktu, maka peserta akan merasa tenang. Kapan pun peserta sakit dan butuh berobat, sudah ada perlindungan dari Program JKN-KIS.

“Kalau kita bayar rutin kan tenang, kalau kita sakit butuh berobat tidak usah khawatir. Kartu pasti aktif, tidak ada denda, kan lega. Kalau sudah sakit, menunggak, mengurus denda, pasti akan repot sendiri,” tukasnya. (ruk/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.