NTB Adopsi Program Jamsosratu

  • Whatsapp

SERANG, (vivabanten.com) – Keberhasilan program Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu (Jamsosratu) dalam menurunkan angka kemiskinan yang digagas oleh mantan Gubernur Banten Hj Ratu Atut Chosiyah ternyata menarik minat daerah lain untuk mengadopsi program investasi sosial tersebut.

Sejumlah daerah yang pernah belajar ke Banten untuk mengadopsi program yang menyentuh langsung kehidupan keluarga miskin itu adalah Bangka Belitung, Riau dan Nusa Tenggara Barat (NTB) .

Kepala Dinas Sosial NTB, Ahsanul Khalik mengatakan, dirnya bersama rombongan Dinsos NTB sengaja datang ke provinsi Banten selama dua hari adalah untuk belajar tentang keberhasilan program Jamsosratu yang sudah berjalan selama enam tahun di tanah jawara tersebut.

“Kami datang dari NTB ke Dinsos Banten ini adalah untuk belajar lebih detail tentang program Jamsosratu yang digagas oleh Pemprov Banten sejak enam tahun lalu. Program ini sudah menjadi perbincangan nasional dalam menurunkan angka kemiskinan,sehingga menurut kami program ini bisa direplikasi juga di NTB,” terang Ahasanul Khalik kepada wartawan, Kamis (02/05/2019).

Menurut Ahsanul, Nusa Tenggara Barat yang memiliki jumlah penduduk hampir 5 juta jiwa itu sebanyak 14,63 persen masuk dalam kategori miskin.

”Angka kemiskinan di NTB masih cukup tinggi, yaitu 14.63 persen,sehingga program di daerah lain yang berhasil menekan angka kemiksinan, seperti program Jamsosratu kenapa tidak kami terapkan juga di NTB,” tuturnya.

Untuk mengadopsi program Jamsosratu itu,pemprov NTB datang ke Banten untuk belajar seperti apa rancangan awalnya,proses perencanaan dan proses kerjasama dengan pihak pihak yang terkait dengan pelaksana program Jamsosratu, termasuk bagaimana peran Dinsos secara detailnya dalam menangani program tersebut.

“Kami sudah diberikan penjelasan oleh kadis Dinsos dan jajaranya, dan apa yang kami dapatkan ini akan kami adopsi di NTB,” tegasnya.

Menurutnya, program Jamsosratu adalah sebuah program yang luar biasa sebagai bentuk perhatian dari pemprov Banten kepada masyarakat miskin sebagai investasi sosial, karena selama ini pemerintah jarang memperhatikan investasi sosial dan lebih cenderung kepada perhatian investasi fisik.

“Kalau perhatian investasi fisik itu sudah bisa,namun investasi yang langsung dalam bentuk jaminan sosial seperti ini baru ada di Banten,” katanya.

Dikatakan Ahsanul, kalau program pemberdayaan, perlindungan sosial sudah banyak dilakukan oleh daerah lain termasuk di NTB dengan program ‘Sasambo Gemilang”.Namun,kelebihan dari program Jamsosratu adalah pendekatan penyelesaian keluarga.

”Jadi apa yang dihadapi oleh keluarga miskin itu yang diintervensi oleh pemerintah daerah melalui program ini, seperti biaya anak sekolah, gizi ibu hamil, stanting dan masalah sosial lain yang dihadapi oleh keluarga miskin,” ujar Ahsanul.

Sementara Kepala Dinsos Banten, Nurhana mengaku bangga program Jamsosratu sudah banyak diadopsi oleh daerah lain termasuk NTB sehingga hal ini menjadi kebangaan tersendiri bagi pemprov Banten,karena program replikasi dari PKH hanya Banten yang punya program pendekatan langsung kepada kebutuhan keluarga miskin melalui program Jamsosratu.

“Keberhasilan program Jamsosratu ini bisa membantu menurunkan angka kemiskinan,” cetus Nurhana.

Menurut Nurhana,tidak semua daerah memiliki program Bansos yang menjadi acuan bagi daerah lain untuk diterapkan di daerah tersebut. ”Program Jamsosratu ini sudah banyak diadopsi oleh provinsi lain,sehingga ini menjadi kebangaan bagi kami,” tukasnya.

Terpisah,kepala seksi Jaminan Sosial Keluarga (Jamsoskel) Dinsos Banten, Budhi Darma Sumapraja menjelaskan, penerima bantuan sosial dalam program Jamsosratu ini juga dibekali dengan kartu Multiguna yang dapat digunakan di ATM bank bersama dan belanja di minimarket.

”Para penerima bantuan sosial dari Pemprov Banten kini tidak perlu lagi repot mengantre di Bank dan Kantor Pos,karena mereka sudah dibekali dengan kartu Multiguna yang terintegrasi dengan Bank,” terang Budhi.

Kartu Multiguna tersebut kata Budhi, juga dapat digunakan untuk berobat dan pendidikan gratis. Bahkan, ke depan kartu tersebut juga dapat digunakan untuk menaiki moda transportasi darat Damri yang ada di Banten.

”Jadi pemegang kartu Multiguna itu nantinya juga gratis ketika naik bus Damri yang ada di Banten,” tegas Budhi.(akew/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.