Obat Tramadol & Haxymer Dibuat Dengan Auto Didak

  • Whatsapp

TANGSEL, (vivabanten.com) – Polres Tangerang Selatan sudah menetapkan 7 orang menjadi tersangka dalam kasus pembuatan obat keras secara ilegal.

Obat obatan sedian farmasi itu di produksi dengan jumlah partai besar dikawasan pergudangan Tekno Park II, Jatiuwung Kota Tangerang oleh mereka.

Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan Akp Alexander Yurikho menyebutkan bahwa ke 7 orang tersebut tidak memiliki keahlian khusus dalam hal membuat obat Tramadol dan Haxymer di pabrik ilegal itu.

“Jadi mereka hanya belajar auto didak, lewat intrnet,” ujar Alexander, Sabtu (30/9/2017).

Untuk mengetahui kandungan dan komposisi bahan dasar obat sedian farmasi itu lanjut Alex, pihak polisi bekerjasama dengan BPOM Banten dan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan.

“Lebih detailnya ke petugas BPOM dan Dinkes. Karena mereka yang lebih tau betul dari sisi bahan dasar dan apa bahaya obat obatan tersebut,” kata Alex.

Dalam kasus ini tim penyidik Polres Tangerang Selatan masih terus melakukan pemeriksan intensif terhadap 7 orang tersangka yang terlibat dalam kasus produksi obat ilegal tersebut.

Polisi juga masih meburu pemilik pabrik itu yang saat ini dalam daftar pencarian orang atau DPO.(gatek/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.