Omzet Pedagang Pasar Rangkasbitung Turun Drastis

  • Whatsapp

LEBAK, (vivabanten.com) – Sejumlah pedagang di Pasar Rangkasbitung mengeluh sepinya pembeli, dan sudah dirasakan hampir setahun, terutama pedagang sayur mayur, bumbu dapur, lauk pauk serta pedagang pakaian.
Keluhan pedagang terutama omzet atau pendapatannya mengalami penurunan, sejak menyusul wabah penyakit masih merebaknya penyebaran virus corona (Covid-19) ke sejumlah daerah di Indonesia.
“Sebelum pandemi Covid-19, setiap harinya kami selalu memperoleh keuntungan dari target modal. Bahkan keuntungannya bisa tiga kali lipat,” kata Mansur salah seorang pedagang sayuran di Pasar Rangkasbitung, Rabu (31/03/2021).
Menurut Mansur, pembeli semakin kesini pelangganan atau pengunjung yang rutin berbelanja sudah berkurang, bahkan, pengurangannya dari pengunjung dari lokal saja berkurang sangat signifikan.
“Biasanya satu hari pelanggan yang rutin datang bisa mencapai 20 orang, namun untuk saat ini hanya ada sekitar 2 sampai 4 pelanggan,” ujarnya.
Menurutnya, omzet saat ini terbilang jauh dibandingkan,sebelum pengakit Covid-19 datang ke daerah kita,sedangkan kenaikan bahan sembako semakin merangkak naik menjelang bulan puass ramadhan.
“Untuk menutup modal saja sudah kewalahan, apalagi mengejar untung. Misalnya modal Rp 200.000, tentu kami harus berjualan dari pagi hingga petang. Sebab, jika pendapatan tidak bisa melebihi angka tersebut, otomatis modal yang akan terkikis,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Misbah, salah seorang pedagang pakain di kaki lima, sangat mengeluh dengan kondisi saat ini bagi para pedagang.
“Jika dibandingkan sebelum merebaknya virus Covid-19, saya selalu mendapatkan omzet lumayan bisa membiayai anak sekolah. Namun akibat adanya wabah korona merebak tentang wabah tersebut, pendapatan saya mengalami penurunan,” katanya. (*/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.