Pabrik Miras Digrudug Team Elang

  • Whatsapp

TANGERANG, (vivabanten.com) – Menindak lanjuti laporan dari masyarakat melalui media social bahwa diduga adanya praktik pengolahan miras jenis ciu di wilayah Sepatan Kabupaten Tangerang.

Bacaan Lainnya

Team Elang Cisadane (TEC) Polres Metro Tangerang Kota langsung melakukan penyelidikan ke lokasi yang beralamat di Perumahan Prima Blok L5 No 1 RT04/05 Kelurahan Karet Kecamatan Sepatan, Senin (19/03/2018).

“Pabrik ini sudah ada sejak tahun 2012,” ujar Wakapolres Metro Tangerang, AKBP Harley H. Silalahi di lokasi.

Menurut Harley, terungkapnya pabrik ciu ilegal tersebut berkat informasi dari warga sekitar. Polisi yang menerima informasi itu, langsung bergegas melakukan penggrebekan.

“Saat kita menggrebek, tersangka sedang melakukan pembuatan ciu, minuman keras tradisional itu,” paparnya.

Tersangka, lanjut Harley, hanya sendiri memproduksi ciu ilegal. Minuman keras itu sendiri dijual bebas di kawasan Tangerang.

“Kita akan dalami, tersangka dapat ilmu dan pengetahuan membuat minuman lokal dari mana,” pungkasnya.

Dengan perbuatanya, tersangka dikenakan Pasal 196 dan Pasal 197 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dan Pasal 106 UU RI Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan dan Pasal 62 UU Nomor 8  Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan acaman maksimal 15 tahun penjara.

Harley menjelaskan, barang yang disita polisi yakni bawa, mesin pengaduk bahan miras, selang suling, ratusan botol, corong suling, gayung, gula, beras, 18 drum plastik yang berisi olahan ciu, 10 drigen kecil-38 botol isi minumanan ciu ukuran sedang 600 mil, 1 buah mesin bor alat pengaduk, 1 selang, 1 karung isi gula pasir,  uang tunai Rp. 278.000, 1 karung beras, 1 buah alat untuk memasak panci besar, 1 buah drum biru alat untuk fermentasi, 1 buah aki, 29 botol kosong tanpa merk ukuran 1 liter.(lutvie/usdo/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.