Pasca Ditertibkan, PKL Tagih Janji Pemkot Serang Relokasi

  • Whatsapp

SERANG, (vivabanten.com) – Pasaca dilakukan penggusuran Pedagang Kaki Lima (PKL) di Stadion Maulana Yusuf Kota Serang, belum ada tindak lanjut relokasi para pedagang.

Sehingga ratusan PKL yang digusur dari Stadion Maulana Yusuf tersebut kehilangan mata pencariannya dan meminta kejelasan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Serang.

Bacaan Lainnya

Koordinator Pedagang Kaki Lima (PKL), Stadion Maulana Yusuf, Iman Setia Budi mengatakan, bahwa para PKL minta kepastian terkait penggusuran di Stadion Maulana Yusuf, karena hingga kini belum tersedia fasilitas PKL untuk berjualan.

“Saya kira, Pemkot Serang belum menyediakan fasilitas untuk PKL berjualan. Sedangkan di Pandean hanya tersedia tempatnnya saja,  dan fasilitasnnya belum ada. Makannya kami meminta kepastian, kapan bisa berjualan kembali,” ujar Budi saat ditemui di Stadion Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang, Senin (11/02/2019).

Menurut Budi, bahwa dirinya beserta 600 PKL Stadion Maulan Yusuf akan melakukan aksi, apabila hingga bulan depan belum ada kepastian dari Pemkot Serang.

“Intinnya mah, PKL ini meminta kepastian tempat berjualan dengan fasilitas yang tersedia seperti di Stadion. Jadi bukan hanya lahan saja,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindakop) Kota Serang, Achmad Benbela mengaku, bahwa saat ini memang anggaran untuk relokasi PKL belum ada. Sedangkan biaya Rp. 160 juta yang telah disiapkan, dan itu hanya untuk membangun tenda terlebih dahulu.

“Kalau anggaran untuk relokasi mah sebetulnya tidak ada. Yang ada hanya pemasangan untuk kauning. Nanti saya bisa ngomong setelah turunnya anggaran, untuk mencari solusi relokasi itu,” terangnya.

Masih menurut Achmad, program ini dapat tercapai sesuai janji 100 hari Syafrudin dan Subadri. Karena untuk penganggaran relokasi, pemasangan paving block jalan, listrik serta fasilitas MCK sudah dianggarkan pada APBD 2019 nanti.

“Sedangkan untuk yang akan mengisi lokasi tersebut adalah para pedagang yang awalnya berjualan di Alun-alun Kota Serang dan telah didata oleh kami,” pungkasnnya.(pais/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.