PD Pasar NKR Menang di PTUN Serang, Terkait Aset Ruko Pasar Curug

  • Whatsapp

TANGERANG, (vivabanten.com) – Perjuangan panjang dan melelahkan berbuah manis. PD Pasar Niaga Kerta Raharja (NKR) Kabupaten Tangerang berhasil selamatkan aset 22 unit ruko di Pasar Curug.

Hal itu tertuang dalam putusan  sidang di Pengadilan Tata Usaha Negera (PUTN) Serang, kemarin.  Dalam putusan majlis hakim diketuai oleh Elizabet I.E.H.I Tobing M.Hum, menolak eksepsi tergugat secara keseluruhan, mengabulkan gugatan penggugat seluruhnya, dan menyatakan batal surat keputusan (SK) oleh tergugat.

Bacaan Lainnya

“Kami sangat mengapresiasi keputusan majlis hakim PTUN Serang diketuai Elizabet I.E.H.I Tobing M.Hum, dan anggota majlsi hakim Mieta Sandra Merly SH serta Jimmy Riyant Hataresa SH. Hingga asset puluhan ruko milik Pemerintah Kabupaten Tangerang itu bisa diselamatkan,” ujar Dyah Wuri Sulistyati SH seorang pengecara PD Pasar NKR Kabupaten Tangerang yang didampingi Direktur Operasional (Dirop) PD Pasar NKR Kabupaten Tangerang, Tony Wismantoro, SH, Rabu (10/04/2019).

“Perjuangan panjang dan melelahkan untuk menyelamatkan aset Pemerintah Kabupaten Tangerang  berupa 22 ruko di Pasar Curug kini telah berbuah manis. Kami menang di persidangan PTUN Serang. Hingga kami bisa mengembalikan semua aset ruko di Pasar Curug kepada pemiliknya (Pemerintah Kabupaten Tangerang),” tambah pengecara PD Pasar NKR Kabupaten Tangerang itu.

Menurut Tony Wismantoro, keberhasilan untuk menyelamatkan semua ruko di Pasar Curug tersebut merupapak hasil kerja keras team work yang kompak, dalam satu tekad  bersama untuk mengembalikan aset 22 ruko di Pasar Curug. Dimana PD Pasar NKR Kabupaten Tangerang sendiri mendapat perintah dan tugas dari Bupati Tangerang Zaki Iskandar untuk menyelematkan aset Pemerintah Kabupaten Tangerang di Pasaar Curug.

“Dalam setiap mau menghadiri persidangan di PTUN Serang, kami selalu mendapat arahan dan tuntunan dari  Bupati Tangerang Zaki Iskandar. Dan kini telah membuahkan hasil, kami bisa menyelamatkan aset Pemerintah Kabupaten Tangerang di Pasar Curug,” ucapnya.

Seperti diketahui, BPN Kabupaten Tangerang (tergugat) telah mengeluarkan Surat Keputusan (SK) berupa perpanjangan Hak Guna Bangunan (HGB) tanpa memberitahu kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang selaku pemilik lahan (pemegang hal pakai lahan). Bahkan diantara sejumlah ruko tersebut, ada lahan untuk dua unit ruko semula HGB (Hak Guna Bangunan) berubah menjadi  Sertifikat Hak Milik (SHM) diatas tanah HPL (Pemerintah Kabupaten Tangerang).

Luas areal  Pasar Curug Kabupaten Tangerang sekitar 1,6 hektar (ha), di luar areal pasar tradisional telah dibangun 22 ruko oleh pengembang pasar.  Penggunan/pemilik ruko  mendapatkan surat bukti kepemilihan berupa HGB. Dan HGB itu sendiri berakhir  pada tahun 2017.  Tanpa melalui prosedur dan ketentuan berlaku, BPN Kabupaten Tangerang mengeluarkan perpanjangan HGB ruko tersebut tanpa memberitahukan pada pemilik dan pemegang HPL (Pemerintah Kabupaten Tangerang). Bahkan dua HGB ruko tersebut berubah jadi  SHM.

Sebelum kasus itu masuk ke PTUN Serang, PD Pasar NKR Kabupaten Tangerang beberapa kali melakukan mediasi. Pejabat BPN Tangerang dan semua pemilik ruko kumpul bersama untuk mencari jalan keluar, namun tidak pernah membuahkan hasil. BPN Kabupaten Tangereang pun tak bisa berbuat apa-apa, karena tidak memiliki kemenangan untuk membatalkan perpanjangan HGB dan pengeluaran SHM. Karena mediasi tidak membuahkan hasil, maka kasus tersebut dibawa ke PUTN di Serang.(jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.