Pelaku Pembacokan Istri dan Anak Akhirnya Ditangkap Polisi

  • Whatsapp
Pelaku pembacokan istri dan anak ditangkap polisi. (Foto : usdo/vivabanten.com)
Pelaku pembacokan istri dan anak ditangkap polisi. (Foto : usdo/vivabanten.com)

TANGERANG, (vivabanten.com) – Pelaku pembacokan Anak Agung Gede (65) akhirnya tertangkap, di
Ruko Ciledug Mas Jalan Hos Cokrominoto, Kelurahan Karang Timur Kecamatan Karang Tengah. Setelah berkeliaran selama 3 jam. Kamis (14/09/2017).

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Harry Kurniawan mengatakan, pelaku bekerja sebagai buruh harian cemburu lantaran korban melakukan kegiatan diluar sepengetahuan pelaku.

“Terkait kasus 351 penganiayaan yang terjadi Sudimara Selatan Ciledug yang terjadi pagi tadi, Alhamdulillah tidak sampai 3 jam pelaku sudah diamankan,” ujarnya.

Kapolres melanjutkan, bahwa pelaku adalah suami dari korban, dan pelaku mengakui melakukan hal tersebut karena khilaf.

“Karena menurut keterangan dari pelaku adalah adanya motif kecemburuan diantara keluarga tersebut, dan dari keterangan saksi-saksi sering terjadi keributan didalam keluarga tersebut,” tuturnya.

Barang bukti yang berhasil diamankan yakni 1 buah senjata tajam jenis golok, 2 buah hp, kain batik, kain warna warni bernoda darah, rambut korban, dan sendal jepit.

Menurut, Harry Kurniawan bahwa kondisi korban, ibunya dalam keadaan luka parah dan masih dalam perawatan, lalu dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar.

“Kondisi anaknya atas nama Rosmina luka di bagian tangan, sedang dalam pengobatan dan kondisinya sadar. Pelaku ditangkap disekitar ruko wilayah Ciledug dan pada saat penangkapan pelaku melakukan perlawanan dan kami berikan tindakan tegas,” jelasnya.

Sementara menurut keterangan pelaku, bahwa pelaku cemburu sang istri melakukan kegiatan diluar rumah tanpa sepengetahuan dirinya, dan dari keterangan saksi-saksi didalam rumah tersebut sering terjadi keributan.

Kapolres menambahkan, terkait masalah anak masih dalam proses penyidikan, menurut keterangan anak korban rosmina dirumah sakit tadi, anak korban berusaha melerai perselihan kedua orang tuanya.

“Sedangkan menurut keterangan pelaku, pelaku khilaf melukai anaknya. Pelaku dikenakan pasal 351 ayat 2 dijatuhkan undang undang darurat no.12 tahun 1951 Dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara,” pungkasnya.
(usdo/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.