Pemkot Tangerang Kebut Pembangunan Bedah Rumah dan Gedung Sekolah

  • Whatsapp
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Tangerang, Dafyar Eliardi Hardian. (Foto : vivabanten.com)
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Tangerang, Dafyar Eliardi Hardian. (Foto : vivabanten.com)

>>Tahun 2017 Gelontorkan Rp 121,1 Miliar Untuk Bedah Rumah dan Bangunan Sekolah

TANGERANG, (vivabanten.com) – Program kota layak huni dan peningkatan kualitas pendidikan yang dicanangkan Pemerintah Kota Tangerang, bukan hanya sloga semata.

Bacaan Lainnya

Pasalnya, program pro rakyat ini menjadi perhatian serius bagi Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah. Seperti program bedah rumah, jambanisas, sekolah gratis dari SD-SMP Negeri dan gratis biaya SPP bagi SMP swasta, juga penambahan gedung SMP baru ditiap kecamatan.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Tangerang, Dafyar Eliardi Hardian mengatakan, pada tahun 2017 ini Pemkot Tangerang melalui Dinas Perkim menggelontorkan anggara sekitar Rp39 miliar untuk program bedah rumah, Rp 3,1 miliar untuk jambanisasi dan 79,1 miliar untuk bangunan sekolah.

“Untuk tahun ini kami sedang fokus program bedah rumah sebanyak 2.413 unit, 1000 jamban dan pembangunan gedung baru SMPN, pembangunan SDN, penambahan ruang kelas SMPN dan SDN,” ujar Dafyar, Senin (07/08/2017).

Menurut Dafyar, program tersebut untuk mendukung program Pemkot Tangerang sebagai kota layak huni, yang tertuang dalam program Tangerang Bebenah, sejalan dengan RPJMD Kota Tangerang.

“Untuk kategori rumah yang dibedah, yakni kondisi rumah yang tidak layak huni, rumah tidak sehat tanpa sanitasi, atap rapuh dan pengajuannya pun melibatkan masyarakat sekitar,” ujar Dafyar.

Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Kota Tangerang, Widi Hastuti menambahkan, program bedah rumah dan jamban sehat ini merupakan kegiatan sosial Pemkot Tangerang karena penerimanya terdiri dari individu dan dilaksanakan secara swakelola oleh badan keswadayaan masyarakat di masing-masing kecamatan dan kelurahan.

“Program bantuan bedah rumah ini nilainya sebesar Rp20 juta dengan asumsi luas bangunan 36 m2 dengan biaya Rp1,5 juta/m2. Sementara untuk program jamban sehat nilai bantuannya Rp3 juta,” kata Widi Hastuti.

Rumah masyarakat yang sudah dapat program bedah rumah (kiri), jamban masyarakat sudah dapat program jambanisasi. (Foto : vivabanten.com).

Widi menjelaskan, pengembangan perumahan serta permukiman sesuai dengan aturan-aturan perumahan dan permukiman yaitu undang-undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.

“Program bedah rumah ini melibatkan pihak lain seperti camat, lurah, maupun Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dalam pelaksanaannya, serta masyarakat itu sendiri,” ucap Widi.

Masih menurut Widi, agar pelaksanaan program bedah rumah ini bisa maksimal, pihaknya melibatkan masyarakat untuk mengawasinya. Termasuk korkot dan paskel dalam pengawasannya. Dan untuk mendukung program Tangerang Bekelir, rumah yang sudah dibangun memiliki ciri khas masing-masing ditiap kecamatan terkait warna cat rumah yang digunakan.

“Untuk progresnya cukup cepat, kami yakin diakhir tahun ini bisa tuntas semua untuk proyek 2017. Yang penting masyarakatnya mau bersinergi dan membantu pemerintah dalam menyukseskan program pemerintah,” tukasnya.

Kepala Bidang Bangunan pada Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Tangerang, Hadi mengungkapkan, pada tahun 2017 ini ada enam sekolah menengah pertama (SMP) Negeri baru yang sedang dalam proses pembangunan. Selain itu juga, pembangunan dan rehab gedung sekolah dasar menjadi fokus pembangunan.

“Gedung SMP Negeri yang sedang dibangun antara lain SMP 25 di Kecamatan Larangan, SMP 26 di Batuceper, SMP 27 di Periuk, SMP 28 di Ciledug, SMP 31 di Jatiuwung dan SMP 32 di Kecamatan Karawaci. Untuk SMP 29 dan 30 masih dalam tahap pengadaan lahan,” jelas Hadi.

Grand desain Puskesmas rawat inap (atas), grand desain bangunan SMPN (bawah).

Selain bidang pendidikan sambung Hadi, Dinas Perkim juga memprioritaskan pembangunan pada bidang kesehatan, dengan mengalokasikan anggaran program peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana puskesmas/puskesmas pembantu dan jaringannya sekitar 28,6 miliar.

“Dari total anggaran kesehatan tersebut, dialokasikan untuk pembangunan Posyandu, Rehabilitasi Puskesmas, pembangunan Laboratorium dan pembangunan Puskesmas Rawat Inap,” kata Hadi.

Hadi menambahkan, selain prioritas pada bidang pendidikan dan kesehatan, program peningkatan sarana rumah sakit umum daerah, peningkatan sarana kepemudaan, sarana peningkatan olahraga dan peningkatan sarana balai latihan kerja pun tak luput jadi program unggulan Pemkot Tangerang.

“Peningkatan sarana olahraga seperti pembangunan lapangan bola volley dan futsal. Hal ini bertujuan untuk memudahkan warga dalam berolahraga di lingkungan masing-masing,” ucapnya. (ADVERTORIAL)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.