Pemkot Tangerang Melalui Disperindag Gagas Sertifikat Hijau Bagi Industri

  • Whatsapp
Sekretaris Daerah kota Tangerang, Dadi Budaeri saat memberikan sertifikat Hijau bagi pelaku industri.
Sekretaris Daerah kota Tangerang, Dadi Budaeri saat memberikan sertifikat Hijau bagi pelaku industri.

SEBAGAI upaya untuk melakukan pembinaan kepada industri yang beroperasi di kota Tangerang serta untuk meningkatkan kapasitas industri yang berwawasan lingkungan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota Tangerang menggelar acara pembinaan industri hijau dan produk ramah lingkungan.

Sekretaris Daerah kota Tangerang, Dadi Budaeri mengatakan, dirinya berharap kepada seluruh insan industri yang hadir untuk menjadi industri yang berperan dalam proses kemajuan sebuah kota dan bukan justru memberikan masalah baru.

Bacaan Lainnya

“Salah satu isi dari sebuah kota adalah adanya industri yang memberikan kontribusi bagi kota itu sendiri,” ujar Sekda di acara yang dihadiri tak kurang dari 100 perwakilan industri kota Tangerang di ruang Akhlakul Kharimah, gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Lt. 3, Tangerang, Selasa (22/5/2018).

Menruut Dadi, pada acara pembinaan yang berlangsung selama dua hari mulai tanggal 22-23 Mei 2018 tersebut mengungkapkan, gagasannya tentang pemberian label “hijau” bagi industri di Kota Tangerang yang dinilai telah menerapkan konsep industri hijau.

“Sertifikat atau label industri hijau akan diberikan oleh pemkot selaku pengawas kegiatan industri. Dan diberikan ke industri yang telah menerapkan konsep industri hijau,” ucapnya.

Sekretaris Daerah kota Tangerang, Dadi Budaeri saat membuka kegiatan pembinaan sertifikat Hijau bagi pelaku industri.

Lebih lanjut Sekda menegaskan, dengan adanya label atau sertifikat hijau yang dimiliki oleh industri, akan memberikan keuntungan lebih dari segi merk dan produk yang lebih terpercaya.

“Sertifikat itu tidak bisa sembarangan diperoleh, seperti label halal yang ada di produk makanan yang dikeluarkan oleh MUI,” tukasnya.

Sekda juga berpesan agar industri yang berdomisili di wilayah Kota Tangerang untuk dapat mendaftarkan NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak) Anak dengan tujuan agar kota Tangerang bisa memperoleh bagi hasil pajak yang bisa dipergunakan untuk pembangunan kota Tangerang.

“Kalau ada kesulitan dalam proses pembuatan NPWP anak, silahkan koordinasikan dengan kami akan dibantu,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang, Agus Sugiono mengungkapkan, salah satu wujud konkret bentuk pembinaan yang dilakukan Pemkot Tangerang kepada industri.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangerang, Agus Sugiono saat memberikan sambutan.

“Dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas industri yang berwawasan lingkungan yakni industri yang dalam proses produksinya menerapkan upaya efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan sumber daya secara berkelanjutan dan mendorong peningkatan daya saing produk industri di pasar global,” ujar Agus.

MasiH menurut Agus, sektor industri merupakan satu sektor yang mampu memberikan kontribusi yang cukup besar pada roda perekonomian nasional. semakin terbatasnya ketersediaan SDA dan daya dukung lingkungan, menuntut pembangunan industri harus memperhatikan perlindungan terhadap kualitas lingkungan hidup dan ekosistem secara berkelanjutan.

“Untuk mencapai terget pembangunan ekonomi yeng telah ditetapkan tidaklah mudah. Banyak tantangan bagi industri untuk lebih berdaya saing seperti masalah ketersediaan bahan baku hingga samalah pencemeran limbah,” ucapnya.

Saat ini sambung Agus, isu lingkungan menjadi salah satu hambatan dalam penetrasi pasar suatu produk ke suatu negara. Hambatan tersebut, diwujudkan dalam berbagai bentuk seperti penerapan standar (ISO, eco-label), ataupun persyaratan yang ditetapkan oleh pembeli.

“Seiring dengan semakin mendesaknya kebutuhan air bersih, perumabahn, sampai energy maka sudah saatnya bagi kita untuk menerapkan ekonomi hijau,” tukasnya.

Agus menambahkan, penerapan industri hijau dilakukan melalui konsep produksi bersih dengan mengaplikasikan 4R yaitu Reduce (Pengurangan limba pada sumbernya), Reuse (Penggunaan kembali limba), Recycle (Daur ulang limbah), dan Recovery (Pemisahan suatu bahan atau energi dari suatu limba). Dan untuk lebih mengefektifkan penerapan produski bersih, prinsip Rethink (Konsep pemikiran pada awal operasional kegiatan) dapat ditambahkan sehingga menjadi 5R.

“Berdasarkan hasil implementasi, produksi bersih ini teruji mampu mengurangi terjadinya kerusakan dan pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan daya saing sektor industri,” pungkasnya. (ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.