Pemkot Tangerang Menuju Kota Layak Anak Peringkat Nindya

  • Whatsapp
Wakil Walikota Tangerang, Sachrudin didampingi Kepala Bappeda Kota Tangerang, Sugiharto Ahmad Bagja saat menerima penghargaan KLA Madya tahun 2020.

KOTA TANGERANG, (vivabanten.com) – Pemerintah Kota Tangerang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) terus konsen melindungi hak-hak anak di wilayahnya. Berbagai ruang publik pelayanan untuk anak pun terus dibangun, sehingga hak-hak anak bisa terlindungi.

Guna mendapatkan predikat Kota Layak Anak (KLA) tersebut, Bappeda Kota Tangerang telah menyiapkan berbagai program pendukung sehingga Kota Tangerang bisa meraih KLA peringkat Nindya.

Bacaan Lainnya

Sebab, sebelumnya Kota Tangerang telah meraih KLA peringkat Pratama pada 2017, 2018, dan Madya pada tahun 2019. Untuk itu, Pemkot Tangerang terus meningkatkan fasilitas-fasilitas penunjangnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang, Sugiharto Ahmad Bagja mengatakan, pemenuhan fasilitas pelayanan publik yang ramah anak tersebut, telah terdokumentasi dalam rencana aksi daerah Kota Layak Anak Kota Tangerang pada semua Kluster dan tersebar di masing-masing Organisasi perangkat daerah sesuai tupoksi.

“Ada 24 indikator KLA, yang mencerminkan implementasi atas 5 klaster substantif Konvensi Hak Anak, yang meliputi: Klaster 1, Pemenuhan hak sipil dan kebebasan anak, Klaster 2, Pemenuhan hak anak atas lingkungan keluarga dan pengasuhan alternative, Klaster 3, Pemenuhan hak anak atas kesehatan dan kesejahteraan, Klaster 4, Pemenuhan hak anak atas pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya dan Klaster 5, Perlindungan khusus anak,” ujar Sugiharto kepada wartawan, Kamis (17/06/2021).

Kepala Bappeda Kota Tangerang, Sugiharto Ahmad Bagja.

Menurut Sugiharto, pada klaster pertama Pemkot Tangerang telah melakukan registrasi akta kelahiran anak, sebanyak 509.477 pada tahun 2019 dan sebanyak 565.999 anak pada tahun 2020.

Kemudian anak yang telah membuat Kartu Identias Anak (KIA) sambung Sugiharto,  pada tahun 2019 sebanyak 158.608 anak, lalu tahun 2020 sebanyak 207.654.

Selanjutnya kata Sugiharto, untuk pembuatan Kutipan Akta Kelahiran sebanyak 441.343 anak selama 2019 dan 513.806 anak selama tahun 2020.

“Untuk pembuatan akta kelahiran tidak ada biaya sesuai dengan Perda No. 9 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan,” ucapnya.

Fasilitas lain yang menjadi konsen lanjut Sugiharto, dengan membangun perpustakaan di 13 kecamatan dan perpustakaan masyarakat sebanyak 63. Kemudian juga membentuk duta anak dan remaja, duta baca, Kang Nong dan Duta Genre (Generasi Remaja).

“Kami juga telah membentuk forum anak tingkat Kota Tangerang, forum anak tingkat kecamatan dan tingkat kelurahan. Kampung anak juga kami telah bangun yang bertujuan untuk pemenuhan hak anak dilaksanakan di semua kecamatan,” tuturnya.

“Ada enam lokasi Kampung Anak yakni kampung anak di Kelurahan Larangan Utara, Kelurahan Periuk, Kelurahan Cimone, Kelurahan Kelapa Indah, Kelurahan Nusa Jaya dan Kelurahan Karang Anyar,” imbuhnya.

Sugiharto mengatakan, pada Klaster kedua Pemkot Tangerang menggandeng lembaga konsultasi penyedia layanan pengasuhan anak bagi orang tua atau keluarga.

“Kami telah bekerjasama dengan satu Lembaga konsultasi kesejahteraan keluarga, kemudian 57 bina keluarga remaja, 210 bina keluarga balita, 24 panti asuhan, 13 sekolah disabilitas dan 735 lembaga PAUD,” jelasnya.

Kemudian lanjut Sugiharto, Pemkot Tangerang juga telah menyediakan sarana dan prasarana ruang publik ramah anak yang meliputi, ruang bermain anak (RBA) dan RTH (Ruang Terbuka Hijau) sebanyak 185 lokasi dan 1 berstatus RBRA (Taman Gajah Tunggal). Taman bermain di Masjid Al-Azhom Tangerang sebagai masjid yang ramah anak, lokasi zona aman selamat sekolah (ZOSS) pada tahun 2019 di SDN Periuk Jaya, SDN Kunciran dan SDN Karang Tengah, kemudian pada tahun 2020 di JL. Ahmad Dahlan Yayasan Darul Maa’rif, JL. Husein Sastra Negara SDN Benda, JL. M Toha SDN Pasar Baru, JL. H. Mencong Yayasan Mazro Atul Ulum.

“Pemkot Tangerang juga mengembangkan Transport Bus TAYO dan angkutan umum “Si Benteng”, guna mengurangi pengguna kendaraan khususnya anak sekolah dan mengurangi tingkat kecelakaan,” ujarnya.

Masih menurut Sugiharto, Klaster ketiga juga disiapkan Pemkot Tangerang yakni kesehatan dasar dan kesejahteraan yang meliputi sistem rujukan Sijari Emas, program gerakan sayang Ibu, kantin sehat di sekolah-sekolah, operasi kawasan tanpa bebas rokok oleh satpol PP.

“Pemkot Tangerang juga telah membangun 36 Puskesmas yang telah ditetapkan Dinas Kesehatan sebagai Puskesmas ramah anak,” tukasnya.

Sugiharto mengungkapkan, Klaster keempat difokuskan bidang pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya yaitu melaksanakan program wajib belajar 12 tahun, mengeluarkan program Tengarang Cerdas untuk SD dan SMP, membentuk satgas penanggulangan anak putus sekolah, pembentukan sekolah ramah anak.

“Kami melakukan pembinaan remaja produksi kreatif, pembinaan simulasi PAAR (Pola Asuh Anak dan Remaja), lomba simulasi PAAR, pembinaan keluarga sadar sehat, peningkatan pemahaman masyarakat tentang sanitasi total berbasis masyarakat,” paparnya.

Sugiharto menambahkan, untuk Klaster kelima perlindungan khusus meliputi, adanya P2TP2A dan Satgas UPT perlindungan perempuan dan anak tingkat kecamatan yang meliputi penjangkauan kasus, pendampingan, konseling oleh psikologi, reintegrasi sosial, pelayanan visum dan konsultasi hukum.

“Pemkot Tangerang juga bekerjasama dengan kepolisian, kejaksaan dan pengadilan untuk penyidikan kasus anak, jaksa anak, hakim anak, lembaga pembinaan khusus anak, pengadilan agama, kementerian agama, balai pemasyarakatan,” pungkasnya. (ADV)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.