Pemkot Targetkan Warga Miskin Tersisa 30 Persen

  • Whatsapp

TANGSEL, (vivabanten.com) – Keluarga harapan dan non harapan masih menjadi polemik pada pemerintahan Kota Tangerang Selatan. Sebab, sepanjang Januari sampai Desember tidak ada data akurat dan terkesan tidak optimal.

Bacaan Lainnya

Dinas Sosial Tangsel seluruh relawan diharapkan bisa bekerja secara door to door untuk memvalidasi warga miskin Tangsel secara tepat dan benar.

“Kami sudah bentuk relawan untuk mendata jumlah warga miskin berdasarkan data dari badan pusat statistik, sesuai data penerima bantuan pangan non tunai sebanyak 15.009 kepala keluarga,” ujar Sekretaris Dinas Sosial Tangsel, Yeppy kepada wartawan dikantornya.

Menurut Yeppy, dirinya berharap pada tahun 2018 ini angka masyarakat miskin di Tangsel bisa turun hingga mencapai 70 persen dan hanya tersisa 30 persen saja.

“Kami meminta para rekan kerja dapat secara kompak dan harmonis melakukan pekerjaannya. Semangat dan luwes dengan jaringannya memberikan input tentang manfaat dinas sosial terhadap warga Tangsel,” ucapnya.

ASN Dinas Sosial harus ‘GILA’ dalam artian giat, novatif, luwes dan antusias terutama berkomitmen untuk memperbaiki kekurangan di tahun 2017.

“Persoalan masyarakat sangat komplek dan perlu pembenahan yang lebih berani dan siap memperbaiki di tahun 2018. Setelah validasi kita akan lakukan stikerisasi ditiap rumah warga yang sudah terbantu,” jelasnya.

Dinsos juga sambung Yeppy akan memanfaatkan tenaga kerja anak- anak muda yang ada dilingkungan masjid atau DKM dan tetap melibatkan lintas OPD dalam pemberdayaan dan pembinaan terpadu untuk kalangan maayarakat warga miskin Tangsel.

“Kami lihat skill, lihat kemampuan dan potensinya lalu mendorong agar ekonominya lebih baik dari sebelumnya. Dinsos akan terus berupaya menurunkan angka kemiskinan hingga tersisa 30 persen,” tukasnya.

Terpisah politisi Partai Amanat Nasional Tangsel, Al Mansyur merespon langkah persuasif yang dilakukan Dinsos untuk mendata secara valid jumlah warga miskin.

“Kami berharap Pemkot Tangsel bisa menyisihkan anggaran untuk membantu permodalan usaha mikro warga miskin di Tangsel. Dari APBD yang sudah mencapai 3,5 triliun, coba dianggarkan 20 miliar setiap tahun sudah cukup,” pungkasnya.(diaz/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.