Pemprov Banten Minta Polda Jasa Raharja Sinergi Tingkatkan PAD

  • Whatsapp

BANTEN, (vivabanten.com) – Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Sekda Pemprov Banten, Ino S  Rawita menghadiri sekaligus membuka acara Rapat Koordinasi Tim Pembina Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten di Aula Kantor Bapenda Provinsi Banten, Rabu (7/11/2018).

Pj Sekda Banten, Ino S meminta agar Samsat bisa lebih mengoptimalkan pendapatan pajak melalui berbagai cara untuk meningkatkan pendapat asli daerah (PAD) melalui pendapatan pajak. Salah satunya melalui kerjasama intensif dengan Polda Metro, Polda Banten dan PT Jasa Raharja Cabang Banten.

Bacaan Lainnya

Menurut Ino, pendapatan Provinsi Banten  saat ini mencapai Rp 11,4 Triliun yang masih didominasi dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Namun kata Ino, pendapatan yang diperoleh tersebut belum sepenuhnya maksimal. Dengan melibatkan bantuan dari Polda Metro, Polda Banten dan PT Jasa Rahaja Cabang Banten dalam upaya mengoptimalisasikan PAD melalui pendapatan pajak.

Ino berharap, agar ketiganya dapat bekerjasama dengan Pemprov Banten, dimulai dengan melakukan pertemuan untuk merumuskan bagaimana  mendongkrak pendapatan pajak khususnya di PKB dan BBNKB.  Ia juga meminta kepada seluruh UPT Samsat untuk lebih gigih dalam bekerja terutama menyelesaikan tunggakan PKB dan lainnya, khususnya dari wilayah Tangerang Raya.

“Saya atas nama Gubernur dan Wakil Gubernur serta Pemprov Banten, sangat berharap kepada Kapolda Banten, Kapolda Metro termasuk juga dari Kepala Cabang PT Jasa Rahaja Banten, agar kerjasamanya terus ditingkatkan dan sering melakukan pertemuan sehingga kendala-kendala dalam rangka peningkatan pendapatan dapat ditemukan solusinya,” ucapnya.

Ino yakin, PAD Provinsi Banten bisa lebih meningkat apabila dapat memaksimalkan peluang pajak lainnya. Semisal dengan mendorong perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Banten, namun memiliki kantor pusat di DKI Jakarta sehingga membayar pajak ke DKI Jakarta. Potensi pajak perusahaan ini cukup besar mengingat jumlah perusahaan di Banten tercatat sebanyak 15.736 perusahaan.

“Nah, Pemprov Banten akan terus mendorong agar perusahaan-perusahaan yang masih membayar pajak di DKI Jakarta bisa beralih ke Provinsi Banten, agar pendapatan pajak kita bertambah dan secara otomatis PAD kita juga ikut bertambah,” tegasnya

Turut hadir dalam rakor tersebut, Inspektur Provinsi Banten E. Kusmayadi, Direktur Bank Banten, Kepala Cabang Jasa Raharja Provinsi Banten beserta 11 kepala Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Samsat se-Provinsi Banten. (pais/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.