Pengamat Politik Tuding Ada Migrasi Suara Pada Pemilu di Banten

  • Whatsapp

LEBAK, (vivabanten.com) – Pengamat politik Provinsi Banten Muslih menyoroti kondisi pemilihan umum (Pemilu) di Banten. Meski dalam pelaksanaanya Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah selesai melaksanakan rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara.

Ketua Lembaga Menara Peradaban Banten ini menduga efek dari dugaan kecurangan Pemilu yang saat ini menyeruak di tingkat nasional tidak menutup kemungkinan terjadi tanah Jawara.

Bacaan Lainnya

“Pemilu 2019 ini banyak sorotan, orang mengatakan pemilu curang bukan lagi kemudian terjadi kecurangan disana-sini melainkan pemilu yang di desain untuk curang saya rasa begitu lah ya,” ujar Muslih ketika dihubungi wartawan, melalui telepon selulernya, Selasa (14/05)

Menurut Muslih, kecurangan Pemilu di Banten yang paling rawan terjadi itu keniscayaan migrasi suara bukan hanya di tingkat Pemilihan Presiden tapi Caleg dan juga pemilihan DPD juga rawan terjadi migrasi suara.

“Ini tidak lepas dari dinamika Pemilu nasional yang di desain curang, kontek migrasi suara ini dari salah satu caleg ke caleg yang lain dan tidak hanya penambah suara dan penggelembungan suara hingga mendistribusikan suara untuk calon-calon tertentu,” ucapnya.

Karenanya, Muslih berharap agar dugaan-dugaan ini untuk ditelusuri karena pemilu sendiri pada prinsipnya atau esensinya untuk mewujudkan kedaulatan rakyat.

“Jadi kedaulatan rakyat itu kan suara rakyat, suara rakyat itu ditentukan di TPS dan suara rakyat itu sejak dari TPS dituangkan dalam Form C1 harusnya sama pada hitungan manual ditingkat pusat tidak boleh bertambang, berkurang atau bahkan diganti,” tukasnya.

“Harusnya ada sanksi tegas untuk penyelenggara jika ditemukan adanya perubahan suara, karena ini masuknya Pidana Pemilu,” imbuhnya. (akew/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.