Pengedar Upal Dan Jambret Diringkus Anggota Polres Serang Kota

  • Whatsapp

SERANG, (vivabanten.com) – Polres Serang Kota ungkap dua kasus penjambretan dengan kekerasan yang sempat viral terjadi di lingkungan sempu Kecamatan Serang, pada 6 September lalu dan kasus uang palsu (Upal), Rabu (19/12).

Dari tersangka penjambretan benisial (IW), petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Kawasaki Ninja warna hitam yang digunakan tersangka dan tas coklat yang milik korban.

Bacaan Lainnya

“Kronologis kejadian, korban yang sedang mengendai motornya di daerah Sempu Kota Serang dihampiri tersangka, yang juga menggunakan kendaraan bermotor dan langsung mengambil dompet atau tas korban dengan cara menarik secara paksa, hingga korban terjatuh dari motor yang mengakibatkan luka berat dan mengalami koma selama 10 hari di rawat di rumah sakit,” ujar Kapolres Serang Kota, AKBP Firman Affandi saat lakukan jumpa pers pengungkapan kasus di halaman Mapolres Serang Kota, Rabu (19/12).

Menurut Firman, untuk peredaran uang palsu pihaknya berhasil mengamankan uang palsu pecahan 100 ribu sebanyak 931 lembar total 90 juta rupiah dari tersangka berinitial (GPR).

“Terasangka kita amankan di rumahnya dikampung Kedu Desa Padarincang, pada 3 Desember lalu, yang tadinya tersangka terlibat tindak pidana narkoba ternyata setelah kita tangkap dan lakukan penggeledahan di rumah tersangka, petugas menemukan sejumlah uang palsu sebanyak 90 juta,” ucap Firman.

Firman menjelaskan, terkait latar belakang dan keterlibat tersangka lainnya dalam pembuatan upal, Firman menerangkan masih dalam pendalaman anggota di lapangan, namun dalam pengakuannya tersangka uang tersebut belum pernah digunakan.

“Masih kita dalami dan kita kembangkan, kalau kemungkinan ada tersangka lain. Pasti karena biasanya dalam pembuatan uang palsu ini ada keterkaitan dari mana dan untuk apa,” terangnya.

Akibat perbuatan yang di lakukan (IW) yang melakukan tindak pencurian dengan kekerasan (Curas) tersangka di jerat pasal 365 kuhp junto 53 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara.

Sedangkan tersangka (GPR) yang mengedarkan dan mencetak uang palsu diancaman UU no 7 tahun 2011 tentang mata uang dengan ancaman hukuman hingga 10 tahun penjara.(pais/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.