Pengembang Jembatan Situ Gede Segera Lengkapi Perizinan

  • Whatsapp
Lokasi Proyek Jembatan Situ Gede Kota Tangerang.

TANGERANG, (VB) – Pasca proyek Jembatan Situ Gede disegel Pemerintah Provinsi Banten beberapa waktu lalu. Akhirnya, pengembang Alam  Sutera yang membangun jembatan tersebut angkat bicara.

Corporate Communication Divison Head Alam Sutera, Ch. Rossie Andrian melalui siaran pers yang diterima redaksi vivabanten.com mengatakan, pihaknya mengklaim bahwa pembangunan Jembatan Situ Gede tersebut bagian dari untuk mengurai kemacetan di Jalan MH. Thamrin-Sudirman Kota Tangerang.

Muat Lebih

“Pembangunan jembatan Situ Gede ini bertujuan untuk berpartisipasi membangun infrastruktur penunjang jaringan jalan perkotaan Kota Tangerang, dengan membuka akses jalan agar dapat mengurangi kepadatan lalu lintas di Jalan MH Thamrin,” ujar Andrian, Rabu (29/1/2020).

Menurut Andriani Alam Sutera secara konsisten menerapkan praktik Good Corporate Governance, pada seluruh aspek operasional bisnisnya.

Andriani menjelaskan, proses perijinan terkait trase lalu lintas jalan dan jembatan sesuai dengan Rekomendasi Analisis Dampak Lalu Lintas (Amdal Lalin) Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Provinsi Banten Tanggal 9 Oktober 2015 dan Perijinan Pelaksanaan Konstruksi pembangunan jembatan Situ Gede merujuk pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Tentang Tata Cara Perizinan Pengusahaan Sumber Daya Air dan Penggunaan Sumber Daya Air.

“Kami telah mendapat Rekomendasi Teknis Ijin Pelaksanaan Konstruksi Jembatan Situ Gede yang dikeluarkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melalui Dirjen Sumber Daya Air BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Ciliwung Cisadane tertanggal, 31 Agustus 2017,” ucapnya.

Bahkan sambung Andrian pihaknya juga sudah menganmtongi Keputusan Menteri PUPR tentang Pemberian Ijin Penggunaan Sumber Daya Air kepada PT Alfa Goldland Realty, untuk kegiatan konstruksi Jembatan di Situ Gede, tertanggal 4 Desember 2017 dan Keputusan Walikota Tangerang tentang Ijin Mendirikan Bangunan, tertanggal 23 Oktober 2018.

Andriani menambahkan, Jembatan Situ Gede yang didanai oleh pihak swasta ini nantinya akan diserahkan kepada pemerintah menjadi aset Pemerintah Daerah, agar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan umum sesuai ketentuan yang ada.

“Kami berharap kontribusi ini tidak terdapat hambatan pada kemudian hari. Apabila pada kemudian hari diperlukan persyaratan administrasi selain yang telah disebutkan diatas, kami akan segera lengkapi,” pungkasnya. (jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.