Pengunjung Mardi Gras Citra Raua Disuguhin Tari Pendet dan Bondan

  • Whatsapp
Tari Bondan dari sanggar Budoyo Tresno. (Foto : Ist)
Tari Bondan dari sanggar Trseno Budoyo. (Foto : Ist)

TIGARAKSA, (vivabanten.com) -Tari Bondan dan Tari Pendet dari Sanggar Tari Tresno Budoyo, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang membuat kagum pengunjung Mardi Gras Citra Raya, Sabtu (11/11/2017).

Dengan lincah, para penari yang terdiri dari anak-anak ini, melenggak-lenggok mengikuti irama gamelan Jawa di atas panggung Mardi Gras.

Bacaan Lainnya

Sontak riuh tepuk tangan penonton membuat atraksi dalam ajang Festival Seni Tradisional dan Pasar Rakyat semakin semarak.

Melani, salah seorang pembina Sanggar Tresno Budoyo mengungkapkan, selain tari bondan dan tari pendet, juga tampil tari merak. Ia juga mengungkapkan, kegiatan yang digelar oleh Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Harin Kabupaten Tangerang ini, merupakan kegiatan yang sangat positif, terutama dalam mengembangkan serta melestarikan kesenian tradisional.

Wakil Ketua POKJA Wartawan Harian Kabupaten Tangerang, Wahyu Haryadi menjelaskan, kegiatan ini dihelat mulai 4 hingga 26 November 2017. Dalam kegiatan ini, berbagai kesenian tradisional Tangerang dan daerah lain yang ada di wilayah yang berjuluk Kota Seribu Pabrik itu, ditampilkan.

Untuk hari Sabtu 11 November, kita menampilkan angklung gubrak, yang merupakan salah satu kesenian tradisional yang lahir dari masyarakat agraris di wilayah barat Kabupaten Tangerang. Selain itu juga berbagai tarian tradisional, baik Banten, Bali, Jawa Tengah, Betawi, yaitu tari sirih kuning, dari tarian dari berbagai daerah lain di Indonesia, yang ada di Tangerang ini. Termasuk juga kesenian karinding dan seruling bambu, ujar Wahyu Haryadi.

Tari Pendet dari sanggar tari Tresno Budoyo. (Foto : Ist)

Wahyu juga mengungkapkan, selama bulan November, yaitu pada hari Sabtu dan Minggu, panggung Mardi Gras Citra Raya diramaikan dengan berbagai kesenian tradisional, baik dari masyarakat urban maupun dari daerah Tangerang sendiri.

Jadi, masyarakat bisa sambil berwisata budaya, sambil menikmati Pasar Rakyat, katanya.

Sumarni (42), salah seorang pengunjung Mardi Gras yang menyaksikan acara tersebut, mengaku senang dengan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh Pokja Wartawan Harian Kabupaten Tangerang ini. Karena, selain ia bisa mendapatkan hiburan, serta menjadi tahu kesenian-kesenian tradisional Nusantara yang ada di Tangerang, juga bisa mengajak keluarga untuk berbelanja di Pasar Rakyat sambil menikmati aneka kuliner yang ada di kawasan Mardi Gras.

Ada nuansa baru, bisa berbelanja sambil makan, dan melihat kesenian tradisional. Ada kuda lumping, reog Ponorogo, angklung gubrak, dan banyak kesenian tradisional lainnya yang sebelumnya kita belum pernah lihat, pungkasnya.(mukhyi/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.