Penyaluran Bantuan Korban Kebakaran Gudang Petasan Menuai Protes

  • Whatsapp

TANGERANG, (vivabanten.com) – Kurangnya komunikasi antara Perusahaan Kembang Api dan Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD), pemberian bantuan uang 5 juta – 15 juta rupiah kepada para korban menuai protes dari ahli waris.

Acara tersebut yang berlangsung pada Kamis (30/11/2018) di kantor Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang ini, nampaknya kurang kesiapan. Yakni data korban antar pihak perusahaan dengan Pemda menuai perbedaan.

Pihak Perusahaan Kembang Api, Adi mengaku baru diberitahu H-2 dalam acara pemberian bantuan. Ia mengatakan pihaknya belum ada kesiapan matang. Benar saja, setelah dilapangan, banyak ketidak cocokan data korban dari BPBD. pihak ahli waris korban yang dapat baru 40 orang, dan korban luka-luka sebanyak 41 orang.

“Menurut saya, kita ini kurang koordinasi, jadi banyak korban yang belum dapat haknya, kebanyakan rata-rata yang belum dapat bantuan tinggal di luar Tangerang,” kata Adi kepada awak media, kamis (30/11/2017).

Sementara, pihak BPBD mengatakan hanya memberikan bantuan bagi korban yang sudah melengkapi persyaratan oleh pihak pemerintah daerah.

“Data-data korban di peroleh dari Kecamatan Kosambi dan desa setempat. Kita harus hati-hati, harus tepat sasaran,” ujar salah seorang pihak BPBD yang tidak mau disebutkan namanya itu.

Samsul Aimin, salah seorang orang tua korban yang tewas atas nama Alm Asep Pratama, datang jauh-jauh dari rangkas Lebak Provinsi Banten ini tidak bisa mendapat bantuan tersebut karena belum melengkapi persyaratan. Ia menyayangkan tidak diberitahu terlebih dahulu.

“Tidak ada pemberitahuan yang jelas kepada kami selaku pihak ahli waris. Saya saja dapat kabar dari teman melalui medsos, persyaratan katanya cuma bawa KK dan KTP,” keluhnya.(ren/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.