PERAN KELUARGA DALAM PENDIDIKAN ANAK

  • Whatsapp
Siti Latifah.
Siti Latifah.

 

Oleh :

Siti Latipah

Anak adalah aset bangsa terlebih khusus untuk ibu dan ayahnya. Sehingga dibutuhkan pendidikan agama maupun sekolah. Era pendidikan sangat penting bagi generasi penerus bangsa. Seorang anak biasanya memiliki cita-cita yang diinginkan sejak kecil, jika ingin sesuatu perlu adanya dorongan yang kuat dari keluarga atau orang terdekat. Setiap anak tentu memiliki potensi yang berbeda-beda.

Lain anak lain juga isi kepalanya walaupun si anak memiliki tersebut lahir dalam kondisi kembar. Pendidikan formal dan nonformal sebenarnya bukanlah sebuah masalah yang rumit untuk orang tua untuk memahami perkembangan sang anak.

Persoalan saat ini bagaimana orang tua mampu mendukung sepenuhnya yang menjadi keinginan si anak. Terkadang kemampuan dan keinginan anak tidak sejalan dengan orang tua, hal ini akan menimbulkan rasa tidak percaya diri, malas belajar, dan kurangnya semangat menjalankan sesuatu yang diinginkan orang tuanya.

Peran keluarga jika tidak ada biaya
Banyak sekali orang tua yang mengatakan bahwa “presiden sudah ada, menteri sudah banyak, dokter apalagi”. Hal ini lah yang memicu anak menjadi malas belajar karena asupan moril yang diberikan oleh orang tuanya bukanlah hal yang seharusnya diterima oleh anak. Penguatan oleh orang tua yang seperti ini sangat fatal untuk si anak, karena anak belum mengerti hal-hal yang akan terjadi ketika ia dewasa nanti, jika ia tidak mengenyam pendidikan.
Banyak anak yang putus sekolah karena orang tuanya memiliki alasan tidak adanya biaya.

Sehingga anak memilih untuk bekerja daripada belajar di sekolah bersama teman sebayanya. Padahal pemerintah sudah menjamin pendidikan masyarakatnya yang tertuang dalam UU Nomor 47 tahun 2008 pasal 9 ayat (1) yang berbunyi Pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya program wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya. Tidak hanya itu, sudah menjadi hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak sesuai dengan UU Nomor 47 tahun 2008 pasal 9 ayat (4) Warga negara Indonesia usia wajib belajar yang orang tua/walinya tidak mampu membiayai pendidikan, Pemerintah dan/atau pemerintah daerah wajib memberikan bantuan biaya pendidikan sesuai peraturan perundang-undangan. Jika sudah ada jaminan pendidikan dari pemerintah, tentu ini bukan perkara lagi anak tidak bisa sekolah dan mendapatkan pendidikan. Tinggal bagaimana orang tua yang mau berusaha dan mengupayakan untuk menyekolahkan anaknya.

Peran keluarga mendukung anak untuk semangat belajar Anak yang berusia sekolah tidak hanya membutuhkan dukungan finansial melainkan anak juga memerlukan dukungan orang tua dan lingkungan sekitarnya, tidak lain adalah keluarganya sendiri. Bisa dibayangkan jika anak hanya diberikan fasilitas mewah tanpa ada sosok kedua orang tua. Ini hanya akan membuat anak merasa tidak ada yang menyayanginya dan merasa tidak lagi ada orang yang bisa dipercaya. Maka dari sini si anak akan merasa kesepian karena beranggapan untuk siapa ia belajar dan mendapat kesuksesan.

Semestinya orang tua memahami perkembangan anak dari waktu ke waktu. Jika anak memiliki semangat yang tinggi jangan dipatahkan begitu saja. Anak bukanlah barang pajangan yang hanya dilihat ketika hendak berangkat dan pulang kerja.

Jangan hanya sibuk mencari nafkah dengan alasan demi anak dan keluarga. Anak juga memerlukan kasih sayang bukan hanya uang, anak butuh dukungan bukan kehilangan sosok yang sangat penting dalam kehidupan. Keluarga! (*)

Siti Latipah
Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Tangerang – Anggota Komunitas Penulis Nyi Mas Melati

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.