Perda Karet, Disegel Satpol PP Tapi Tetap Buka

  • Whatsapp

TANGSEL, (vivabanten.com) – Maraknya penyegelan yang dilakukan pihak Dinas Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, faktanya pengusaha tetap membandel bahkan razia stickerisasi terhadap usaha yang tidak berijin oleh Dinas Satpol PP tidak menjadi hambatan.

Tokoh masyarakat dan juga aktifis peduli lingkungan Kota Tangerang Selatan, Eko Yuliadi mengatakan, bahwa banyak pengusaha berani berspekulasi investasi di Tangerang Selatan dengan cara-cara illegal, walau diduga menabrak aturan yang dibuat berdasarkan Perwal dan Perda Tangsel.

Bacaan Lainnya

“Perda dan Perwal dibuat oleh Pemkot untuk diikuti oleh banyak pengusaha dan pemilik modal, bukan dijadikan ladang keuntungan saja. Hukum yang ditegakkan sudah tepat oleh pejabat, tapi melemah saat endingnya,” ujar Eko kepada wartawan, Rabu (13/02/2019).

Menurut Eko, membangun trust public itu penting, apalagi Tangsel sudah lengkap fasilitas gedung dalam kepanjangan tangan mengelola hasil pajak di Tangsel.

“Contoh penataan pedagang kaki lima yang terjadi disamping Hotel Grand Zurich BSD Serpong, yang dilakukan oleh dinas terkait sudah tepat tapi kadang masih tebang pilih,” ucapnya.

Eko menjelaskan, satu kasus lagi, merazia retail retail modern tak berijin seperti yang dilakukan terhadap retail modern alfamart villa melati, stickerisasi penyegelan sudah diterapkan namun retail modern tersebut masih beroperasional

“Jangan menjadi Perda karet bagi pengusaha, tapi tidak berlaku bagi para pedagang kaki lima, kemungkinan muncul pemanfaatan jabatan dan wewenang berpeluang besar,” pungkasnya.

Hal senanda disampaikan legislator Partai Berkarya Tangsel, Subari Martadinata bahwa perlu adanya ketegasan dalam penerapan Perda dan Perwal yang dilakukan oleh seluruh OPD Tangsel.

“Aturan tetap aturan harus diterapkan dan patuhi jangan ada main bawah meja atau kaki tangan pemimpin persoalan hak dan kewajiban menjadi administratif pejabat yang membandel,” tukasnya.(yaz/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.