Perempuan Kota Serang Rawan Jadi Objek Politik Uang

  • Whatsapp

SERANG, (vivabanten.com) – Kaum Perempuan harus bisa menolak money politik di pileg pilpres 2019. Selain itu, mereka juga harus bisa juga mengawasi di lapangan, jangan hanya duduk dirumah diam tak peduli.

Menurut Komisioner Bawaslu Kota Serang, Liah Culiah, bahwa pemilih perempuan di Kota Serang pada Pemilu 2019 ini hampir mencapai 45 persen, bukan angka yang sedikit tentunya.

Bacaan Lainnya

“Perempuan harus berani menolak politik uang sekaligus harus berani melaporkan jika ada pelanggara-pelanggaran yang terjadi, jangan abai terhadap kemungkinan pelanggaran yang terjadi di lapangan,” ujar Liah Culiah saat di wawancarai wartawan usai lakukan sosialisasi yang dilakukan Bawaslu Kota Serang pada kaum perempuan di Alun-alun Timur Kota Serang, Minggu (07/04/2019).

Terkait money politik sambung Liah, hukumannya jelas pidana dan diharapkan masyarakat nanti sadar akan hal ini, menolak poltik uang itu hal yang harus di lakukan semua masyarakat, khususnya perempuan Kota Serang.

“Saat ini, kalau yang saya lihat, dari 6 kecamatan di kota serang, untuk warga kecamatan serang sendiri, untuk pengenalan para caleg yang mencalonkan diri dipileg ini cukup lumayan banyak, namun untuk wilayah lain sekitarnya seperti kecamatan cipocok, daerah gelam, dan lainnya, saya lihat masih banyak yang buta tidak tahu siapa caleg yang mereka akan pilih, nah ini yang kemungkinannya menjadi santapan para caleg yang bermain politik uang, karna mereka saya rasa hanya menunggu kedatangan para caleg dirumah yang bersosialisasi dor to dor,” ucapnya.

Liah menambahkan, rata rata dari mereka  tidak tau, bagaimana jika memilih wakil mereka yang hanya diukur dengan kebaikan mereka memberi sesuatu sebelum mereka terpilih.

“Kaum perempuan ini sangat rawan terhadap money politik, mereka dari perkampungan yang ada dikota serang hanya  menunggu rata rata, banyak dari mereka tidak tahu siapa caleg yang akan mereka pilih, mereka tidak tahu, makanya mereka saat ini hanya menunggu serangan fajar yang dilakukan para calon, karena

Mereka ga tau bagaimana nanti setelah mereka jadi, sekarang, mumpung masih ada waktu, kita harus benahi  itu. Padahal, mereka yang saat ini berfikir dan hanya ingin menunggu para calon yang datang untuk memberi uang guna dipilih di dalam pemilu ini, bisa di katakan mereka sedang menggali jugang untuk kuburannya senridi padahal,” tandasnya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Banten, Nuryati Solapari mengungkapkan, perempuan yang cenderung memiliki karakter penurut, sangat rentan dijadikan objek politik uang oleh oknum tertentu.

Untuk itu, kata Nuryati, mulai hari ini, perempuan harus berani melawan dan menolak politik uang dalam bentuk apapun.

“Selain soal politik uang, di masa kampanye ini awasi juga orang-orang yang dilarang ikut kampanye, seperti TNI, Polri, ASN, Kades, Prades, BPD dan yang lainnya. Awasi juga tempat dan materi kampanyenya” pungkasnya.(pais/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.