Pernah Dikejar Anjing, Nur Tetap Enjoy Jalankan Tugas Kader JKN

  • Whatsapp

TANGERANG, (vivabanten.com) – Tak pernah sekalipun terlintas sebelumnya di benak Nursyamsiati (39) untuk menjadi sebagai Kader Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Wanita yang sehari-hari menghabiskan waktu sebagai ibu rumah tangga tersebut tidak pernah membayangkan dirinya akan mengisi hari-harinya berkeliling dari satu rumah ke rumah yang lain demi keberlangsungan Program JKN-KIS.

“Dulu saya Kader Posyandu. Lalu ada yang menawarkan saya menjadi Kader JKN. Awalnya tidak mengerti apa itu Kader JKN. Setelah dijelaskan, akhirnya saya coba-coba daftar. Ternyata diterima,” ujar Nursyamsiati mengawali ceritanya .

Bacaan Lainnya

Wanita yang akrab dipanggil Nur tersebut mengaku telah menjadi Kader JKN sejak tahun 2017. Selama dua tahun menjadi Kader JKN, Nur membawahi dua kelurahan yaitu Kelurahan Jurang Mangu Barat dan Jurang Mangu Timur di Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan. Menurutnya, banyak sekali pengalaman baik suka maupun duka yang telah ia lewati selama menjadi Kader JKN.

“Banyak sekali suka dukanya. Sampai tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Dari yang dimarah-marahi sama peserta, sampai dikejar anjing. Cuma ya tetap enjoy saja dijalani. Namanya juga amanah. Toh juga demi keberlangsungan Program JKN-KIS,” terang Nur seraya tersenyum.

Nur beranggapan bahwa Kader JKN memiliki peran penting tersendiri dalam keberlangsungan Program JKN-KIS. Selain sebagai pengingat iuran, Nur merasa memiliki kewajiban untuk mengedukasi peserta di daerah binaannya. Banyaknya keluhan yang beredar dimasyarakat adalah akibat ketidaktahuan masyarakat itu sendiri.

“Rata-rata mereka terlanjur tidak sabar. Seharusnya masyarakat mengikuti prosedur tahapan-tahapan yang berlaku. Kalau semua diikuti, prosesnya akan lebih mudah,” ujar Nur.

Menurut Nur, saat ini semakin banyak informasi simpang siur yang beredar juga membuat masyarakat semakin ketakutan. Di situlah seharusnya Kader JKN juga turut berperan. Nur berpendapat Kader JKN adalah perpanjangan tangan BPJS Kesehatan di tengah masyarakat sehingga wajib membantu masyarakat agar memahami apa yang terjadi dengan Program JKN-KIS.

“Alhamdulilah dengan menjadi Kader JKN, kita jadi punya kesempatan untuk meluruskan yang beredar di masyarakat. Jadi sambil mengingatkan bayar iuran, kita juga bisa berikan informasi buat mereka agar tidak termakan isu-isu miring,” ujar wanita paruh baya tersebut.

Terakhir Nur berpesan agar seluruh masyarakat yang telah menjadi peserta JKN-KIS agar rutin membayar iuran. Nur berharap agar persepsi-persepsi masyarakat yang menganggap diri mereka rugi karena wajib membayar iuran walaupun tidak digunakan bisa dibuang jauh-jauh.

“Sebagai peserta JKN-KIS sudah kewajibannya membayarkan iuran. Jangan saat sakit baru bayar dianggap beramal. Kalau berpikirnya demikian, walaupun tidak digunakan, maka tidak akan merasa rugi,” tutup Nur. (uyat/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.