Perumahan Permata Tangerang Disemprot Disinfektan dan Fogging

  • Whatsapp

TANGERANG, (vivabanten) – Penyebaran wabah Virus Corona atau Covid-19 di se Tangerang Raya semakin dahsyat dan masif, bahkan Pemerintah Provinsi Banten pun menetapkan wilayah Tangerang sebagai zona merah dari virus yang mematikan tersebut.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus yang menyerang saluran pernafasan ini membuat Pemda se Tangerang Raya mengeluarkan surat edaran, agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di rumah, menjauhi keramaian, menjaga jarak, sering mencuci tangan dengan Hand Sanitizer, serta menyemprot tempat-tempat yang menjadi sarang penularan dengan disinfektan.

Menanggapi hal tersebut, Warga di Perumahan Permata Tangerang khususnya Blok DC 16-17 Desa Gelam Jaya Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang melakukan penyemprotan disinfektan dan fogging secara swadaya.

Ketua RT 013 Perumahan Permata Tangerang, Joko Purwoko mengatakan, penyemprotan wilayahnya dengan menggunakan disinfektan ini sebagai bentuk antisipasi dari penyebaran Covid-19.

“Ini sebagai bentuk kami melakukan pencegahan terhadap penyebaran virus corona di wilayah ini. Melalui kebersamaan dengan warga, kita bersama-bersama melawan Covid-19 dengan melakukan penyemprotan disinfektan,” ujar Joko kepada wartawan, Sabtu (04/04/2020).

Menurut Joko, kegiatan ini lakukan secara swadaya warga Perumahan Permata Tangerang khususnya blok DC-16 dan 17. Untuk biaya pun pihaknya menggunakan dana swadaya bersama.

“Kami sangat bersyukur warga disini sangat kompak dalam setiap kegiatan kemasyarakatan. Intinya, kami lakukan bersama warga untuk mencegah penyebaran dari virus ini,” ucapnya.

Joko menambahkan, selain melakukan penyemprotan cairan disinfektan pihaknya juga melakukan pengasapan fogging, hal ini juga sebagai bentuk pencegahan dari penyebaran nyamuk Aedes Aegypti yang merupakan sumber dari penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Kita ramai-ramai pencegahan penyebaran virus corona tapi kita juga tidak lupa untuk melakukan pencegahan penyakit DBD, yang juga merupakan penyakit berbahaya dengan melakukan fogging di lingkungan ini,” pungkasnya. (jojo)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.