Petugas Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 2.214 Gram Narkoba

  • Whatsapp
Petugas Bea Cukai dan Satnarkoba Polres Bandara saat merilis hasil tangkapan narkoba. (Foto : okta/vivabanten.com)
Petugas Bea Cukai dan Satnarkoba Polres Bandara saat merilis hasil tangkapan narkoba. (Foto : okta/vivabanten.com)

TANGERANG, (vivabanten.com) – Dalam satu bulan terakhir ini bea cukai berhasil menggagalkan lima upaya penyelundupan narkotika yang dikirim dan dibawa masuk melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Selasa (17/10/2017).

Dalam operasi bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepolisian Resort (Polres) Bandara Soekarno-Hatta ini berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 2.214 gram shabu, 105 gram FUB-AMB, 896 gram Hasish, dan 461 Ketamine.

Berbagai modus dilakukan untuk mengelabuhi petugas dan aparat penegak hukum, seperti modus yang dilakukan oleh 2 WNA yang berasal dari negara Republik Mozambik yang berinisial AWM dan warga negara Nigeria dengan inisial NCC, cara yang mereka lakukan yaitu dengan menelan kapsul yang berisi shabu didalam perutnya.

Kemudian penyelundupan yang dilakukan melalui modus paket-paket kiriman yang berasal dari Tiongkok dan berisi bubuk putih yang dikemas dengan alumunium foil di gudang salah satu PJT di area kargo Bandara Soeta. Pelaku berjumlah 5 orang yaitu berinisial MH, YP, MI, MDM dan ZR.

Modus pun juga berhasil digagalkan ketika salah satu warga negara Rusia berinisial B yang juga merupakan mantan tentara Rusia dan olahragawan, menyimpan padatan yang mengandung cannabinoid-hanish didalam botol plastik produk suplemen.

Yang terakhir yaitu modus penyelundupan ketamine didalam sepasang sepatu yang berada di dalam tas, pelaku berinisial SH yang merupakan warga negara Tiongkok.

Menurut Kepala Kantor Bea Cukai Bandara Soeta, Erwin Situmorang para tersangka ini berhasilkan digagalkan dan diamankan berkat kerjasama tim gabungan dalam upaya penyelundupan narkotika jenis shabu.

“Dalam modusnya mereka menyelundupkan barang haram tersebut berbentuk pil kapsul yang dimasukkan kedalam tubuh,” jelasnya.

Lebih lanjut Erwin mengatakan, dengan kejelian dan kecekatan para petugas dilapangan, para pelaku dalam penyelundupan shabu dapat digagalkan.

Kasat Narkoba Polres Bandara Soetta, Martua Raja Silitonga mengatakan, dari sebelas tersangka yang diamankan satu tersangka merupakan mantan tentara Rusia yang kedapatan membawa Cannabionid-Hashish seberat 896 gram.

“Tersangka WNA yang berinisal B datang dengan menggunakan pesawat Batik air 7164 dari Kuala Lumpur. Pengakuan tersangka B barang haram tersebut dapat dibeli dari negara Nepal untuk obat proses penyembuhan sakit yang di deritanya,” ucapnya.

Akibat perbuatannya tersebut, mereka dijerat pasal 114 ayat (1) UU. narkotika no. 35 tahun 2009 yaitu dikenakan hukuman penjara 20 tahun atau seumur hidup. (okta/jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.