PGRI Berikan Bantuan Uang Rp60 Juta Pada Guru Yang Kena Musibah

  • Whatsapp
Ketua PGRI Kota Tangerang, Jamaludin saat menyerahkan bantuan.
Ketua PGRI Kota Tangerang
Ketua PGRI Kota Tangerang, Jamaludin saat menyerahkan bantuan.

TANGERANG, (vivabanten.com) – Ditinggal mengajar rumah seorang guru SDN di Batuceper, Kota Tangerang ludes terbakar tanpa sisa.

Menurut Nita Anitia salah seorang guru SDN Batuceper 1, pada tanggal 11 Januari dirinya meninggalkan rumah, untuk menjalankan tugasnya sebagai seorang guru.

“Waktu saya tinggalkan rumah untuk bekerja, rumah dalam kondisi mati lampu karena memang dari semalam mati lampu. Karena masih subuh saya nyalakan lilin. Saya merasa sudah matikan lilin, tapi nasib berkata lain,” ujar Nita mengisahkan.

Nita mengaku, semua harta benda ludes terbakar tanpa tersisa dan hanya seragam PGRI yang menjadi kebanggaannya, masih menempel dibadan.

“Saya selalu benci bulan Januari, selalu ada peristiwa besar dalam hidup saya. Dan itu selalu peristiwa buruk,” imbuhnya.

Masih menurut Nita, dirinya hanya bisa menangis meratapi nasib yang menimpa dirinya tersebut. Namun, ia dikuatkan oleh salah satu tetangganya yang mengatakan bahwa nanti yang akan menolongnya adalah guru.

“Ternyata doa yang saya selalu panjatkan dijawab hari ini. Saya tidak menyangka akan mandapat kebahagiaan di hari ulang tahun saya, karena semua guru di Kota Tangerang sangat perduli dengan saya,” tukasnya.

Mendapatkan informasi bahwa ada salah satu anggotanya yang mendapatkan musibah, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Tangerang, Jamaludin langsung merapatkan barisan dengan memberikan bantuan.

“Pada hari ini kita ikut merasakan bagaimana duka dari teman kita, yang tertimpa musibah karena rumahnya terbakar pada awal Januari lalu,” ujar Jamaludin, Kamis (25/1/2018).

Menurut Jamal, jumlah total bantuan yang diberikan kepada korban sebesar Rp. 60 juta rupiah. Kisah Nita yang menjadi korban memang sangat memilukan. Dia seorang single parent yang harus menghidupi dua orang anak dan ibunya yang menderita stroke.

“Insyaallah jumlahnya akan terus bertambah, karena itu baru dari PGRI cabang Kecamatan Cibodas, Benda, Priuk, Batuceper, Pinang dan IGTK Batuceper. Cabang yang lain akan menyusul,” kata Jamal biasa dia disapa.

Jamal menambahkan, dirinya memiliki berkeyakinan PGRI mampu membangun kembali rumah yang bersangkutan. Meskipun pihaknya juga berusaha mengajukan program bedah rumah kepada pemerintah daerah.

“Kami berharap melalui momentum ini, solidaritas PGRI bisa semakin ditingkatkan. Dan kepada korban semoga diberikan ketabahan serta dijadikan ujian sebagai motivasi meraih kesuksesan dimasa depan,” pungkasnya.(jojo)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.